Definisi Hadis Secara Bahasa dan Istilah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Definisi hadis adalah perkataan Nabi (ahwaliyah), perbuatan Nabi (fi'liyah), dan segala keadaan Nabi (ahwaliyah). Bagi umat Islam, hadist digunakan sebagai sumber hukum Islam yang sah, terutama pada hadist shahih.
Sebagai suatu sistem, Islam akan selalu hadir dinamis sepanjang zaman. Hal ini didasarkan pada sumber ajaran Islam yang kokoh, yaitu Alquran, hadis, dan ijtihad.
Definisi Hadis secara Bahasa dan Istilah
Alquran adalah firman Allah Swt yang di dalamnya terkandung ajaran pokok dan mencakup seluruh aspek kehidupan. Sedangkan sunnah, yang bersumber dari hadis adalah segala sesuatu yang di-idhafah-kan kepada Muhammad Saw yang berisi pedoman untuk kemaslahatan umat sepanjang zaman.
Apabila kedua sumber ajaran ini diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan, maka akan menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan li al-'alamin), sehingga akhirnya manusia akan selamat sejahtera di dunia dan akhirat.
Namun, berbeda dengan Alquran, di mana perkembangan sunnah tidak semulus Alquran. Berbagai masalah keraguan bahkan penolakan kerap muncul seiring dengan pertumbuhan studi terhadap sunnah itu sendiri.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka selayaknya umat Islam senantiasa berusaha untuk memahami hadis secara untuk dan menyeluruh, sehingga pemahaman tentang hadis menjadi lebih komprehensif.
Secara bahasa atau etimologis, definisi hadis memiliki makna sebagai berikut.
Jadid, lawan qadim: yang baru (jamaknya hidats, hudatsa, dan huduts);
Qarib: yang dekat, yang belum lama terjadi;
Khabar: warta, yakni sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada seseorang yang lain.
Sedangkan secara istilah atau terminologis, pengertian hadis menurut ahli hadis adalah segala ucapan, segala perbuatan, dan segala keadaan atau perilaku Nabi Saw.
Mengutip buku Memahami Ilmu Hadis, Asep Herdi (2014), sebagian ahli hadis menyatakan bahwa, hadis masuk juga ke dalam keadaannya segala yang diriwayatkan dalam kitab sejarah (shirah), kelahiran, dan keturunannya (silsilah), serta tempat dan yang bersangkut paut dengan itu. Baik sebelum diangkat menjadi Nabi atau Rasul.
Dengan memahami konsep hadis, maka akan muncul sikap lebih menghargai dan mengagungkan, dan melaksanakan apa yang disabdakan (qauliyah), dilakukan (fi'liyah), dan ditetapkan (taqririyah) Rasulullah Saw.
Baca Juga: Hukum Merayakan Maulid Nabi Berdasarkan Hadits
Demikian uraian tentang definisi hadis secara bahasa dan istilah. Semoga bisa dijadikan sebuah pengetahuan. (ARD)
