Definisi Sejarah Menurut Para Ahli dan Jenis Sumbernya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata sejarah pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat umum. Sejarah sendiri merupakan peristiwa atau kejadian yang ada di masa lalu yang dipelajari sebagai acuan dan pedoman untuk kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, sejarah sangat berkaitan dengan dua hal, yakni peristiwa dan waktu. Lantas, bagaimana definisi sejarah menurut para ahli?
Pengertian Sejarah
Kata sejarah diambil dari bahasa Arab syajarah yang artinya pohon. Digunakannya pohon sebagai gambaran keluarga atau silsilah asal usul dari adanya sebuah peristiwa yang berkesinambungan.
Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut sebagai history yang berasal dari bahasa Yunani historia artinya ilmu. Aristoteles menggunakan istilah ini sebagai suatu penalaran sistematis maupun non kronologis akan sepangkat gejala alam. Namun dalam perkembangannya, kata scientia lebih sering digunnakan untuk menyebutkan sebuah peristiwa secara sistematis. Sedangkan kata historia banyak diperuntukkan untuk gejala-gejala, terutama dalam hal-hal manusia dalam urutan kronologis.
Definisi Sejarah Menurut Para Ahli
Mengutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X oleh Dr. Abdurakhman dan Arif Pradono, M.I.Kom (2019:4-5), ada sejumlah pendapat ahli tentang definisi sejarah, di antaranya:
Herodotus berpendapat bahwa sejarah tidak berkembang dan bergerak ke depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak melingkar, dengan tinggi rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri.
Ibnu Khaldun mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya yang mencakup seluruh proses perubahan yang terjadi dalam masyarakat dengan segala sebab dan akibat yang ada.
R.G. Collingwood mendefinisikan sejarah sebagai proses penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa lampau.
Leopold von Ranke mendefinisikan sejarah sebagai apa yang benar-benar telah terjadi.
J.J. Romein mendefinisikan sejarah dalam dua aspek, yaitu sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai ilmu. Sejarah sebagai peristiwa yang sudah terjadi dengan sesungguhnya dan sebagai ilmu memiliki dua aspek, yaitu praktis dan teoretis.
Sartono Kartodirdjo mendefinisikan sejarah dalam dua sisi, yaitu sisi objektif dan sisi subjektif. Sejarah yang objektif merujuk pada kejadian atau peristiwanya sendiri. Adapun sejarah yang subjektif ialah sejarah yang dipengaruhi oleh emosi dan pikiran sejarawan atau penulis sejarah.
R. Mohammad Ali mendefinisikan sejarah sebagai keseluruhan perubahan, kejadian, peristiwa, dan kenyataan yang benar-benar terjadi. Sejarah juga sebagai ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Muhammad Yamin mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan kebenarannya. Sejarah sebagai kisah yang disusun berdasarkan hasil penelitian dari sumber-sumber tulisan atau lainnya.
Roeslan Abdulgani mendefinisikan sejarah sebagai cabang ilmu yang menyelidiki perkembangan manusia dan hasilnya dijadikan pedoman dalam penelitian sekarang dan masa depan.
Sumber Sejarah Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, sejarah terdiri dari beberapa macam, mulai dari lisan, tulisan, sumber benda, hingga sumber visual dan audiovisual.
Sumber Lisan
Sumber lisan adalah sebuah peristiwa sejarah yang bersumber oleh ucapan seorang yang menyaksikan, mengalami, atau mendengar secara langsung suatu peristiwa.
Sumber Tulisan
Sumber tulisan adalah sumber peristiwa yang berasal dari sebuah tulisan. Tulisan tersebut memiliki berbagai bentuk, di antaranya:
Prasasti
Prasasti adalah sebuah batu yang ditulis pada oleh orang di zaman dahulu. Prasasti banyak memuat suatu peristiwa bersejarah, terutama pada masa kerajaan Hindu dan Budha.
Arsip
Arsip adalah dokumen yang dikeluarkan oleh suatu instansi. Arsip sendiri sudah ada sejak kolonialisme. Dengan adanya arsip, kita dapat mencari tahu informasi tentang kebijakan yang ditetapkan pada masa lalu.
Naskah
Naskah yang dicetak pada zaman dahulu dalam bentuk tulisan, ketika, atau cetakan. Adanya naskah, menjadikannya sebagai sumber langsung yang memuat peristiwa bersejarah.
Sumber Visual, Audio, dan Audiovisual
Sumber Visual
Visual artinya sesuatu yang bisa dilihat. Sehingga, sumber sejarah visual adalah kejadian yang dapat dilihat. Contohnya adalah lukisan atau foto.
Audio
Audio adalah rekaman suara yang dapat didengar. Contohnya adalah rekaman radio atau percakapan.
Audiovisual
Audiovisual adalah gabungan dari visual dan audio. Artinya, sebuah peristiwa yang menampilkan gambar dan suara atau berbenruk video. Misalnya film dokumenter.
Adanya sejarah membuat peradaban manusia semakin maju. Selain itu, sejarah membuat manusia belajar akan masa lalu yang kelam. Sehingga manusia berusaha agar peristiwa sejarah kelam tidak terulang lagi di masa yang akan datang.(MZM)
