Delapan Elemen Berpikir Kritis dalam Dunia Pendidikan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai hal yang perlu dilakukan oleh guru selain memberi pelajaran kepada siswa. Misalnya adalah menerapkan delapan elemen berpikir kritis. Hal ini akan berpengaruh terhadap cara berpikir siswa di masa mendatang.
Delapan elemen ini bisa dilatih oleh guru dengan berbagai cara sesuai kondisi kelas dan pelajaran yang diajarkan. Namun sebelum melakukan hal tersebut, guru perlu tahu apa saja elemen dalam berpikir kritis ini.
Delapan Elemen Berpikir Kritis untuk Diajarkan pada Siswa
Menurut Berpikir Kritis dan Kreatif, Neli Rahmaniah, dkk (2023: 20), berpikir kritis ialah proses saat seseorang mencoba menjawab sercara rasional pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dijawab dengan mudah serta tak tersedia semua informasi yang relevan.
Konsep berpikir kritis penting bagi kehidupan seseorang untuk memecahkan beragam masalah. Oleh sebab itu dalam dunia pendidikan, guru perlu melatihnya agar siswa semakin terbiasa dan terbawa hingga dewasa.
Dalam melatih hal tersebut, guru perlu memahami delapan elemen berpikir kritis. Berikut uraiannya.
1. Mengamati
Hal pertama yang perlu dilakukan dalam berpikir kritis adalah mengamati suatu fenomena di lingkungan sekitar. Dengan mengamati, seseorang mengakui bahwa ada yang berbeda di lingkungannya.
2. Bertanya
Setelah mengamati, seseorang akan mulai bertanya. Dalam tahap ini, beberapa pertanyaan dan kemungkinan jawabannya mulai dipikirkan.
3. Mengumpulkan Informasi
Untuk menjawab pertanyaan, maka beragam informasi mulai dikumpulkan. Berbagai perspektif dan sudut pandang pun dapat diperoleh dalam tahap ini.
4. Menganalisis
Informasi yang diperoleh perlu dianalisis. Hal ini bertujuan untuk memeriksa kesesuaian informasi dengan pertanyaan sebelumnya.
5. Menyintesis
Setelah menganalisis, informasi yang berisi bermacam-macam ide maupun fakta ini disintesis. Tujuannya untuk membangun suatu argumen yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.
6. Merenungkan
Dalam tahap ini, seseorang akan membandingkan fenomena-fenomena yang terjadi secara berulang dengan logika dan argumentasinya. Hal ini bertujuan untuk mencari kemungkinan adanya sebab akibat di antara keduanya.
7. Mengidentifikasi
Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi dan mengisolasi masalah-masalah sejenis. Selain itu, argumen yang dibentuk untuk menghadapi masalah-masalah tersebut akan disederhanakan sehingga lebihi mudah diterapkan.
8. Mengambil Keputusan
Elemen terakhir dari berpikir kritis adalah mengambil keputusan. Keputusan ini diambil berdasarkan fakta dan argumen yang diperoleh dari proses sebelumnya.
Baca juga: Enam Manfaat Berpikir Kritis yang Wajib Diketahui
Uraian mengenai delapan elemen berpikir kritis di atas dapat langsung diterapkan oleh guru dengan cara yang sederhana. Misalnya adalah meminta siswa memperhatikan lingkungan di sekitar dan mengaitkannya dengan materi pelajaran. (LOV)
