Konten dari Pengguna

Deretan Gunung Berapi dari Pegunungan Alpen Menyambung ke Pegunungan Himalaya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi deretan gunung berapi dari Pegunungan Alpen Eropa yang tersambung ke Pegunungan Himalaya. Foto: Pexels/Iqx Azmi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi deretan gunung berapi dari Pegunungan Alpen Eropa yang tersambung ke Pegunungan Himalaya. Foto: Pexels/Iqx Azmi

Di dunia ini ada banyak sekali gunung aktif. Gunung berapi sendiri biasanya memiliki suatu pola. Seperti deretan gunung berapi dari Pegunungan Alpen Eropa yang tersambung ke Pegunungan Himalaya disebut dengan Sirkum Mediterania.

Sirkum Mediterania terbilang sangat panjang. Sebab, sirkum ini terbentang sejauh 1.500 mil dari Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Asia. Bahkan, beberapa gunung di Indonesia termasuk ke dalam Sirkum Mediterania.

Deretan Gunung Berapi dari Pegunungan Alpen Eropa yang Tersambung ke Pegunungan Himalaya

Ilustrasi deretan gunung berapi dari Pegunungan Alpen Eropa yang tersambung ke Pegunungan Himalaya. Foto: Pexels/Krivec Ales

Dikutip dari buku Geografi dan Sosiologi: Pelajaran Terpadu untuk SMP Kelas IX oleh Dwi Sukanti L.N., dkk. (2007), sirkum adalah pegunungan lipatan muda yang terbentuk dari tenaga orogenetik yang berasal dari dalam bumi. Sirkum di dunia terbagi menjadi 2 macam, yaitu Sirkum Mediterania dan Pasifik.

Deretan gunung berapi dari Pegunungan Alpen, Eropa yang tersambung ke Pegunungan Himalaya disebut Sirkum Mediterania atau Alpine-Himalayan belt merupakan barisan pegunungan yang menghubungkan pegunungan Alpen dan Pegunungan Himalaya.

Sirkum Mediterania terbentang sejauh 1.500 mil dari Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia. Sirkum ini terbentuk akibat terjadinya zona orogenik.

Orogenik merupakan peristiwa yang mengarah ke deformasi struktural besar litosfer Bumi (kerak dan mantel teratas) karena interaksi antara lempeng-lempeng tektonik.

Sabuk orogenik atau orogen berkembang saat lempeng yang terkompresi tersebut hancur dan terangkat untuk membentuk satu atau lebih jajaran pegunungan.

Pegunungan yang ada di Sirkum Mediterania terbentuk sejak 250 juta tahun yang lalu akibat pergerakan lempeng bumi dari Pangea. Daratan Pangea kemudian berpisah dengan benua Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan saling memisah.

Kemudian sekitar 100 juta tahun yang lalu, daratan India memisahkan diri dengan Afrika yang dan menabrak daratan Eropa dan Asia sehingga membentuk Sirkum Mediterania.

Ciri-Ciri Sirkum Mediterania

Ilustrasi ciri-ciri Sirkum Mediterania. Foto: Pexels/KOUSTABH BISWAS

Terdapat beberapa hal yang menjadi ciri-ciri dari gunung berapi di Sirkum Mediterania, yakni:

  • Terdapat gunung berapi, baik yang sudah meletus maupun belum meletus.

  • Terdapat gunung-gunung yang tidak aktif.

  • Beberapa bagian dari pegunungan ini berada di dalam laut.

  • Sebagian pulau kecil di wilayah ini merupakan tonjolan atau puncak pegunungan yang berada di dalam laut.

  • Memiliki 2 jalur yang disebut sebagai busur dalam dan busur luar ketika memasuki wilayah Indonesia.

Bacaa Juga: Akibat Banyaknya Negara-Negara ASEAN yang Dilewati Jalur Lipatan Sirkum Pasifik

Itulah penjelasan tentang deretan gunung berapi dari Pegunungan Alpen Eropa yang tersambung ke Pegunungan Himalaya disebut Sirkum Mediterania. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang gunung berapi di dunia.(MZM)