Konten dari Pengguna

Detik-detik dan Tempat Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempat Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI, Foto: Kemdikbud
zoom-in-whitePerbesar
Tempat Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI, Foto: Kemdikbud

Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan peristiwa bersejarah yang menentukan kebebasan bangsa Indonesia saat ini. Uniknya, tempat pembacaan teks proklamasi ternyata adalah di rumah yang dihibahkan oleh seorang saudagar Arab-Indonesia yang bernama Faradj Martak.

Detik-detik dan Tempat Pembacaan Teks Proklamasi

Dilansir dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, detik-detik proklamasi Indonesia dimulai saat para pemuda meninggalkan rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 pukul 05.00 WIB.

Saat itu, tempat pembacaan teks Proklamasi sudah disepakati, yaitu di teras rumah yang berada di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, tepatnya pada pukul 10.00 WIB.

Beberapa jam sebelumnya, Soekarno, Hatta, dan Soebardjo telah menyusun teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda. Kemudian Sayuti Melik mengetik teks yang ditulis oleh Soekarno itu.

Teks Klad Proklamasi Kemerdekaan RI, Foto: Kemdikbud

Menjelang proklamasi, Wakil Walikota Soewirjo meminta Mr. Wilopo untuk menyiapkan mikrofon dan pengeras suara. Selain itu, Sudiro juga meminta S. Suhud untuk menyediakan tiang bendera untuk mengibarkan bendera Merah Putih, hasil jahitan Ibu Fatmawati.

Para rakyat yang sudah tak sabar untuk merdeka segera memadati rumah tersebut. Tak hanya para rakyat, ada banyak tokoh penting yang turut menghadiri peristiwa bersejarah ini, antara lain: AA Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, AG Pringgodigdo, Buntaran Martoatmodjo, Ki Hajar Dewantara, Latuharhary, M Tabrani, Moewardi, Otto Iskandardinata, Pandu Kartawiguna, Sam Ratulangi, Sartono, Sayuti Melik, dan SK Trimurti.

Pada pukul 10.00, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, diikuti Ibu Fatmawati keluar dari serambi depan. Meskipun sedang menderita malaria, Ir. Soekarno kemudian tetap membacakan teks proklamasi dengan lantang, tegas, dan bersemangat.

Teks Final Proklamasi Kemerdekaan RI, Foto: Kemdikbud

Setelah pembacaan teks, bendera Merah Putih dikibarkan oleh Latief Hendraningrat, dibarengi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan para hadirin secara spontan tanpa komando sama sekali.

Acara itu dilanjutkan dengan pidato sambutan Walikota Soewirjo dan Dr. Muwardi. Pada pukul 11.00, acara proklamasi pun berakhir dengan Muwardi menunjuk Barisan Pelopor yang bertugas untuk mengawal Ir. Soekarno.

Kini rumah yang menjadi tempat pembacaan teks proklamasi itu telah dirobohkan oleh Ir. Soekarno, tetapi Anda masih bisa mengunjungi Tugu Proklamasi yang berlokasi di Jl. Proklamasi No. 10, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Ya, saking bersejarah dan bermaknanya peristiwa pembacaan teks proklamasi itu, nama Jl. Pegangsaan sampai diubah menjadi Jl. Proklamasi.(BRP)