Devide et Impera: Usaha Belanda untuk Menguasai Kembali Wilayah Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usaha Belanda untuk menguasai kembali wilayah Indonesia dengan cara memecah belah kedaulatan RI ialah politik devide et impera. Belanda, yang pernah menjajah Indonesia, terus-menerus mencari cara untuk memperkuat kembali pengaruhnya di wilayah Indonesia.
Belanda memiliki sejumlah alasan yang mendasari keinginannya untuk menguasai kembali Indonesia. Salah satunya ingin memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah untuk kepentingan ekonomi mereka.
Usaha Belanda untuk Menguasai Kembali Wilayah Indonesia dengan Cara Memecah Belah Kedaulatan RI ialah Politik Devide et Impera
Kemerdekaan Indonesia menjadi pukulan bagi kekuasaan kolonial Belanda di Asia Tenggara. Kehilangan sumber daya dan pasar yang besar seperti Indonesia berdampak negatif pada ekonomi dan kekuatan politik Belanda.
Meskipun mereka secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949, ambisi mereka untuk memegang kendali tetap kuat. Oleh karena itu, mereka ingin mengembalikan pengaruh dan keuntungan yang hilang dengan cara menguasai kembali Indonesia.
Usaha Belanda untuk menguasai kembali wilayah Indonesia dengan cara memecah belah kedaulatan RI ialah politik devide et impera. "Devide et impera" berarti "Pecah dan Kuasai". Taktik ini bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kedaulatan Indonesia agar lebih mudah untuk dikendalikan.
Berdasarkan buku Sejarah: SMA kelas XII, M. Habib Mustopo, (2005), strategi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan budaya, agama, dan suku di Indonesia. Belanda mencoba menciptakan ketegangan antar kelompok masyarakat untuk memperlemah kesatuan nasional.
Mereka memberikan dukungan atau keistimewaan tertentu kepada kelompok yang bersedia bersekutu dengan mereka. Di sisi lain, mereke juga dengan sengaja memicu konflik atau ketidaksetujuan di antara kelompok-kelompok lainnya.
Beberapa contoh nyata upaya memecah belah Indonesia tersebut adalah:
Belanda mendukung pembentukan negara-negara federal di luar Jawa, seperti Republik Maluku Selatan (RMS) dan Negara Pasundan. Dengan menciptakan negara-negara otonom, Belanda berharap dapat mengurangi kekuatan dan pengaruh pemerintah pusat Indonesia.
Belanda menggunakan politik kolonial mereka untuk memperkuat hubungan dengan elit lokal yang pro-Belanda. Mereka memberikan keistimewaan kepada mereka yang bersedia bekerja sama, dan membatasi akses terhadap mereka yang menentang kekuasaan Belanda.
Tindakan semacam ini dapat menciptakan polarisasi di antara pemimpin lokal dan masyarakat. Selain itu juga dapat memicu konflik internal di Indonesia. Nantinya secara otomatis akan membuat Indonesia jadi lebih mudah untuk dikuasai.
Baca Juga: Pengertian Devide Et Impera dalam Sejarah Indonesia
Usaha Belanda untuk menguasai kembali wilayah Indonesia dengan cara memecah belah kedaulatan RI ialah politik devide et impera. Meskipun Belanda menggunakan berbagai strategi untuk memecah belah kedaulatan Indonesia, upaya mereka tidak selalu berhasil. (DNR)
