Doa Anak Yatim dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak yatim merupakan anak yang memiliki kemuliaan dan keistimewaan dalam Islam. Bahkan tak jarang umat Muslim menganggap doa anak yatim termasuk ke dalam salah satu doa yang mudah diijabah oleh Allah. Untuk mengetahui bagaimana pembahasan doa anak yatim dalam ajaran Islam, mari kita simak pemaparannya dalam artikel berikut ini.
Doa Anak Yatim dalam Ajaran Islam dan Keistimewaannya
Dalam ajaran Islam, Allah dan Rasulullah memerintahkan kita untuk menjaga dan merawat anak yatim sebaik mungkin. Keistimewaan anak yatim dalam Islam dibahas dalam buku berjudul Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan yang disusun oleh Deni Lesmana, S.Pd, Randi Renggana (2014: 26).
Dikutip dari buku tersebut bahwa memaparkan bahwa dalam Islam, anak yatim mempunyai tempat yang istimewa, sehingga kita harus memuliakannya. Caranya adalah dengan menyayanginya, memberinya makan, mencukupi kebutuhannya, dan lain sebagainya. Sebab, doa anak yatim merupakan salah satu doa yang mustajab.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, dari Abu Ad-Darda’ RA, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah didatangi oleh seseorang yang mengeluhkan kerasnya hatinya. Nabi Muhammad SAW bersabda,
أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتُكَ اِرْحَمِ اليَتِيْمَ وَامْسَحْ رَأْسَهُ وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ يَلِنُ قَلْبُكَ وَتُدْرِكُ حَاجَتُكَ
Artinya: “Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan kamu mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. At Thabrani)
Selain itu, Allah juga melarang kita untuk memakan harta anak yatim. Penjelasan ini dibahas dalam sebuah ayat yang berbunyi:
وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ
“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.” (QS. Al-An’am: 152)
Larangan memakan harta anak yatim bahkan termasuk ke dalam salah satu dosa besar, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits yang berbunyi,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah itu?” Beliau Shallallahu ‘alahi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allah; sihir; membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq; memakan riba; memakan harta anak yatim; berpaling dari perang yang berkecamuk; menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (HR. Bukhari, no. 3456 dan Muslim, no. 2669)
Bagi kita yang memuliakan anak yatim, maka kita akan mendapatkan keistimewaan khusus. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis dari Ummu Said binti Murrah Al-Fihri, dari ayahnya, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda,
أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ، أَوْ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ -شَكَّ سُفْيَانُ فِي الْوُسْطَى أَوِ الَّتِيْ يَلِيْ الإِبْهَامُ
“Kedudukanku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini dan ini.” (HR. Bukhari)
Itu dia pemaparan lengkap mengenai doa anak yatim dan keistimewaannya dalam islam. Semoga kita terus dapat memuliakan anak yatim sebaik mungkin agar kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang disayangi dan dirahmati Allah. (DAP)
