Konten dari Pengguna

Doa Qasidah Burdah: Arab, Latin, dan Arti untuk Dibaca Muslim

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Doa Qasidah Burdah. Sumber: Unsplash/Fadkhera Official
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Doa Qasidah Burdah. Sumber: Unsplash/Fadkhera Official

Doa Qasidah Burdah adalah salah satu selawat yang paling terkenal di Indonesia. Selawat ini berisi pujian terhadap Nabi Muhammad saw., pesan moral, nilai spiritual, serta semangat perjuangan yang kerap dibaca untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.

Qasidah Burdah juga menjadi bacaan rutin di pesantren dan di masyarakat umum. Qasidah Burdah ini disusun oleh seorang ulama yang sangat tersohor.

Bacaan Doa Qasidah Burdah

Ilustrasi untuk Doa Qasidah Burdah. Sumber: Unsplash/Andri Helmansyah

Dikutip dari Kitab Shalawat Terbaik & Terlengkap, Rusdianto (2018:263), Qasidah Burdah adalah sajak pujian kepada Nabi Muhammad saw., pesan moral, nilai spiritual, dan lainnya. Qasidah Burdah adalah hasil karya Al-Bushiri. Berikut adalah bacaan doa Qasidah Burdah.

مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَآئِــمًا أَبَـدًا ۞ عَلَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Maulâya shalli wa sallim dâ'iman abadan ۞ ‘alâ ḫabîbika khairil-khalqi kullihimi

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat takzim dan keselamatan atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

أَمِنْ تَذَكُّــرِ جِــــيْرَانٍ بِذِيْ سَــــلَمِ ۞ مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِـــدَمِ

amin tadzakkuri jîrânin bidzî salami ۞ mazajta dam‘an jarâ min muqlatin bidami

Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam sana, Engkau deraikan air mata dengan darah duka.

أَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَـاءِ كَاظِمَـةٍ ۞ وَأَوْمَضَ الْبَرْقُ فِيْ الْظَلْمَآءِ مِنْ إِضَـمِ

Am habbatir-rîḫu min tilqâ'i kâdzimatin ۞ wa aumadlal-barqu fidl-dhalmâ'i min idlami

Ataukah karena embusan angin terarah lurus berjumpa di Kadhimah. Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang idham.

فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَا ۞ وَمَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِـــمِ

Fa mâ li ‘ainaika in qultak-fufâ hamatâ ۞ wa mâ liqalbika in qultas-tafiq yahimi

Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan air mata? Padahal engkau telah berusaha membendungnya. Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha menghiburnya.

أَيَحْسَبُ الصَّبُّ أَنَّ الْحُبَّ مُنْكَتِمٌ ۞ مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَمُضْطَـــرِمِ

Ayaḫsabush-shabbu annal-ḫubba munkatimun ۞ mâ baina mun sajimin minhu wa mudltharimi

Apakah diri yang dirundung nestapa karena cinta mengira bahwa api cinta dapat disembunyikan darinya. Di antara tetesan air mata dan hati yang terbakar membara.

لَوْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعًــا عَلَى طَلَلٍ ۞ وَلَا أَرِقْتَ لِذِكْرِ الْبَـــانِ وَالْعَلَـــمِ

Lau lâl-hawâ lam turiq dam‘an ‘alâ thalalin ۞ wa lâ ariqta lidzikril-bâni wal-‘alami

Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu, tak mungkin engkau mencucurkan air matamu. Meratapi puing-puing kenangan masa lalu berjaga mengenang pohon al-ban dan gunung yang kau rindu.

فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُبًّا بَعْدَ مَا شَهِدَتْ ۞ بِهِ عَلَيْكَ عُدُوْلُ الدَّمْعِ وَالسَّـــقَمِ

Fakaifa tunkiru ḫubban ba‘da mâ syahidat ۞ bihi ‘alaika ‘udûlud-dam‘i was-saqami

Bagaimana kaudapat mengingkari cinta sedangkan saksi adil telah menyaksikannya. Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara

وَأَثْبَتَ الْوَجْــدُ خَطَّيْ عَبْرَةٍ وَّضَـنًى ۞ مِثْلَ الْبَهَارِ عَلَى خَدَّيْكَ وَالْعَنَـــمِ

Wa atsbatal-wajdu khaththai ‘abratin wa dlanan ۞ mitslal-bahâri ‘alâ khaddaika wal-‘anami

Duka nestapa telah membentuk dua garisnya isak tangis dan sakit lemah tak berdaya. Bagai mawar kuning dan merah yang melekat pada dua pipi.

نَعَــمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرَّقَنِيْ ۞ وَالْحُبُّ يَعْتَرِضُ اللَّذَّاتِ بِالْأَلَــمِ

Na‘am sarâ thaifu man ahwâ fa arraqanî ۞ wal-ḫubbu ya‘taridlul-ladzdzâti bil-alami

Memang benar bayangan orang yang kucinta selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga. Dan memang cinta sebagai penghalang bagi siempunya antara dirinya dan kelezatan cinta yang berakhir derita

يَا لَائِمِيْ فِي الْهَوَى الْعُذْرِيِّ مَعْذِرَةً ۞ مِنِّيْ إِلَيْكَ وَلَوْ أَنْصَفْتَ لَـــمْ تَلُـــمِ

Yâ lâ'imî fil-hawâl-‘udzriyyi ma‘dziratan ۞ minnî ilaika wa lau anshafta lam talumi

Wahai pencaci derita cinta kata maaf kusampaikan padamu. Aku yakin andai kaurasakan derita cinta ini, tak mungkin engkau mencaci maki.

عَدَتْـــكَ حَـــــالِيَ لَاسِـــــرِّيْ بِمُسْتَـــتِرٍ ۞ عَنِ الْوُشَاةِ وَلَا دَائِيْ بِمُنْحَسِــمِ

‘adatka ḫâliya lâ sirrî bimustatirin ۞ ‘anil-wusyâti wa lâ dâ'î bimunḫasimi

Kini kautahu keadaanku, tiada lagi rahasiaku yang tersimpan darimu. Dari orang yang suka mengadu domba dan derita cintaku tiada kunjung sirna.

مَحَّضْتَنِي النُّصْحَ لَكِنْ لَّسْتُ أَسْمَعُهُ ۞ إِنَّ الْمُحِبَّ عَنِ الْعُـــذَّالِ فِيْ صَمَـــمِ

Maḫḫadltanî-nushḫa lakin lastu asma‘uhu ۞ innal-muḫibba ‘anil-‘udzdzâli fî shamami

Begitu tulus nasihatmu, tapi aku tak mampu mendengar semua itu. Karena sesungguhnya orang yang dimabuk cinta tuli dan tak menggubris cacian pencela.

إِنِّيْ اتَّهَـــمْتُ نَصِيْحَ الشَّيْبِ فِي عَذَلٍ ۞ وَالشَّيْبُ أَبْعَدُ فِيْ نُصْـــحٍ عَنِ التُّهَمِ

Innît tahamtu nashîḫasy-syaibi fî ‘adzalin ۞ wasy-syaibu ab‘adu fî nushḫin ‘anit-tuhami

Aku curiga ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.

Baca juga: 29 Nama Teks Bacaan Diba' Lengkap yang Kerap Dibaca saat Maulid

Doa Qasidah Burdah tersebut bisa dicatat dan dibaca oleh muslim untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Semoga bermanfaat. (KRIS)