Konten dari Pengguna

Doa Ruqyah Mandiri Menurut Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Sumber: Pexels.com/Safa
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Sumber: Pexels.com/Safa

Doa merupakan suatu kegiatan yang selalu dilakukan oleh umat Islam setiap harinya bahkan setiap saat, misal doa ruqyah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata doa adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan.

Islam mengajarkan bahwa manusia merupakan makhluk Allah. Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu, Allah pula yang Maha Menciptakan alam semesta dan seisinya. Oleh sebab itu, dalam ajaran Islam, umat muslim hanya akan memohon dan meminta kepada Allah SWT.

Seorang muslim dapat memohon dan meminta segalanya pada Allah SWT termasuk meminta perlindungan dari kejahatan makhluk-makhluk-Nya. Tidak hanya manusia yang dapat melakukan kejahatan pada manusia, tapi jin atau setan juga dapat menjerumuskan manusia. Oleh sebab itu, penting bagi seorang muslim untuk menjaga hati yang salah satu caranya adalah dengan ruqyah.

Baca penjelasan tentang ruqyah dan doa ruqyah berikut ini hingga tuntas, yuk! Supaya tidak ada kekeliruan dalam memahami konsep ruqyah syar’iyah.

Penjelasan tentang Ruqyah

Apa yang pertama kali terbesit dalam benak Anda saat mendengar kata ruqyah? Pengobatan atas gangguan gaib?

Semula, ruqyah dianggap dapat menyembuhkan sebab kekuatan ruqyah itu sendiri atau bantuan dari jin. Pengertian inilah yang pernah dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. ‘Auf bin Malik radiallahu anhu berkata,

Dahulu kamu melakukan ruqyah di masa jahiliyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab, ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah itu tidak mengapa dilakukan selama tidak mengandung syirik’.”

Arti syirik dalam bahasa Indonesia adalah penyekutuan Allah SWT. Jadi, ruqyah tidak boleh dilakukan bila menyekutukan Allah termasuk di antaranya bila menganggap ruqyah itu adalah bantuan dari jin. Naudzubillahimindzalik.

Mengutip dari NU Online, ruqyah merupakan praktik pengobatan dengan ayat-ayat Alquran, doa-doa, dan/atau zikir-zikir khusus guna menyembuhan orang yang mempunyai keluhan penyakit baik medis maupun nonmedis. Iding Sanusi dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedia Ruqyah (Syar’iyah) juga pernah menguraikan penjelasan serupa.

Ilustrasi Membaca Alquran.Sumber: Pexels.com/Qamar Rehman

Sanusi menjelaskan bahwa tujuan ruqyah adalah sebagai proses ikhtiar untuk mengobati, menyembuhkan, dan menghilangkan penyakit, baik medis maupun medis, maupun gangguan yang diderita oleh diri sendiri maupun orang lain, seperti ‘ain dan hasad. Pengertian tujuan ruqyah syar’iyah tersebutlah yang penting untuk dipahami dalam kehidupan sehari-hari agar umat Islam sadar bahwa Alquran adalah syifa’, obat untuk segala penyakit. Kemudian, kesembuhan serta perlindungan itu hanya datang karena kuasa Allah SWT.

Lantas Bagaimana Bacaan Doa Ruqyah Itu?

Bacaan doa ruqyah berikut ini dikutip dari kanal YouTube Muzammil Hasballah.

video youtube embed
  1. Surat Al Fatihah

  2. Surat Al Baqarah ayat 1 – 5

  3. Surat Al Baqarah ayat 102

  4. Surat Al Baqarah ayat 163 – 164

  5. Surat Al Baqarah ayat 255

  6. Surat Al Baqarah ayat 285 – 286

  7. Surat Ali Imran ayat 18 – 19

  8. Surat Al ‘Araf Ayat 54 - 56

  9. Surat Al ‘Araf Ayat 117 – 122

  10. Surat Yunus ayat 81 – 82

  11. Surat Thaha ayat 69

  12. Surat Al Mu'minun ayat 115 – 118

  13. Surat Ash Shaffat ayat 1 – 10

  14. Surat Al Ahqaaf ayat 29 – 32

  15. Surat Ar Rahman ayat 33 – 36

  16. Surat Al Hasyr ayat 21 – 24

  17. Surat Al Jin ayat 1 – 9

  18. Surat Al Ikhlas

  19. Surat Al Falaq

  20. Surat An Nas

Itulah uraian tentang ruqyah serta doa ruqyah yang dapat diamalkan sehari-hari. Semoga Allah selalu menetapkan hati kita untuk beriman Islam dan melindungi kita dari kejahatan makhluk-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Belajar agama Islam bersama gurunya baik ustaz maupun guru agama Islam. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kesesatan akibat belajar agama sendirian. Naudzubillahimindzalik. (AA)