Konten dari Pengguna

Dongeng Anak, Cerita Ular Naga Si Banyak Kawan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cerita Ular Naga Si Banyak Kawan. Sumber: huangshunping/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cerita Ular Naga Si Banyak Kawan. Sumber: huangshunping/unsplash

Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh). Salah satu contoh dongeng adalah sebuah kisah yang berjudul Cerita Ular Naga Si Banyak Kawan.

Dongeng sangat digemari oleh anak-anak. Dongeng mampu membangkitkan imajinasi anak dan dapat menjadi sarana pembelajaran yang mudah diterima oleh anak-anak.

Cerita Ular Naga Si Banyak Kawan

Ilustrasi Cerita Ular Naga Si Banyak Kawan. Sumber: matias north/unsplash

Mengutip buku Membaca Dongeng dan Bermain Puzzle Dongeng Dunia 1, Fx Sukamto (2018), dongeng adalah hiburan yang menyenangkan untuk anak dan memberikan manfaat positif bagi anak.

Pada mulanya, dongeng berkaitan dengan kepercayaan masyarakat primitif terhadap sesuatu yang bersifat supranatural dan mengimplementasikannya dalam kehidupan manusia, seperti animisme, dinamisme dan lain-lain.

Istilah dongeng dapat dipahami sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal atau fantasi. Seperti contohnya dongeng yang berjudul Cerita Ular Naga Si Banyak Kawan ini.

Di sebuah hutan yang sangat lebat, hiduplah seekor Ular Naga yang panjang dan besar sekali. Tubuhnya memiliki kulit yang berwarna hijau keemasan dan bagian sisik-sisiknya berujung tajam.

Pada bagian kepalanya sang ular memiliki mahkota yang dilengkapi 2 tanduk runcing. Sorot mata dan lidahnya menjulur panjang. Oleh karena itu Ular Naga terlihat seperti hewan yang menyeramkan, walaupun aslinya memiliki hati yang baik.

Akibat fisiknya yang menyeramkan, maka banyak hewan lain di hutan menjadi takut padanya dan menjauh. Bahkan tidak mau berteman dengan sang Ular Naga. Hal ini tentu membuatnya sangat sedih.

Pada suatu hari, di sisi hutan yang lain tampaklah segerombolan Rusa sedang bermain. Ada Bapak dan Ibu Rusa serta anak-anak Rusa yang masih kecil.

Saat anak-anak Rusa sedang asyik bermain, tiba-tiba salah satu anak Rusa terperosok ke jurang yang cukup dalam. Bapak dan Ibu Rusa pun bingung, bagaimana cara mengangkat anak Rusa kembali ke darat. Bapak dan Ibu Rusa berteriak meminta pertolongan.

Teriakan suara meminta tolong terdengat hingga telinga sang Ular Naga. Bergegas ia mencari arah suara dan segera mendekat pada keluarga Rusa.

Keluarga Rusa awalnya takut mendengat dentuman suara Ular Naga mendekat. Namun rasa takut Rusa akhirnya mereda saat Ular Naga bertanya tentang apa yang terjadi.

Ular Naga bersama keluarga Rusa menuju jurang, dan dengan cepat menjulurkan kepalanya ke dasar jurang. Anak Rusa tadinya takut melihat kepala Ular Naga sudah ada di depannya, tetapi Ular Naga berbisik untuk tenang dan mempersilahkan anak Rusa naik ke mahkotanya.

Akhirnya setelah kejadian tersebut, Ular Naga selalu bermain dengan seluruh hewan di hutan tersebut. Semuanya hidup rukun dan bahagia.

Kisah dongeng ini menginspirasi nama permainan yang sering dimainkan, yaitu Ular Naga Panjang. Sebuah permainan baris berbaris panjang yang jalannya meliuk-liuk seperti Ular Naga.

Pada saat lagu berakhir, pemain yang paling belakang akan ditangkap oleh dua pemain yang menjadi gerbang. Pemain gerbang akan menyapa dan bertanya pada pemain yang tertangkap.

Baca Juga: Unsur-Unsur Cerita Dongeng dan Jenisnya dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Pesan yang akan disampaikan dari cerita "Ular Naga Si Banyak Kawan" adalah tidak boleh berburuk sangka. Tidak menilai seseorang hanya dari fisiknya, tidak sombong, suka menolong, memaafkan, memberi maaf, dan menjaga selalu silaturahmi. (ARD)