Dongeng Anak tentang Tumbuhan, Kisah Pohon Apel yang Sombong

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Terkadang, sebuah dongeng menjadikan hewan atau tumbuhan sebagai tokoh utamanya. Salah satu contoh dongeng anak tentang tumbuhan adalah Kisah Pohon Apel yang Sombong.
Dongeng selalu disukai oleh anak. Keindahan alam imajinasi yang disajikan di dalam sebuah kisah dongeng mampu melambungkan khayal anak, sekaligus membawanya ke dalam sebuah suasana indah penuh impian, dan dapat juga menjadi pembelajaran kehidupan.
Contoh Dongeng Anak tentang Tumbuhan
Mengutip buku Sastra dan Anak, Sugiarti dkk (2022), karakteristik umum dari dongeng anak, yaitu melibatkan tokoh-tokoh yang unik, petualangan menarik, dan akhir cerita yang memberikan pesan. Pesan ini bisa berupa nilai-nilai positif.
Dibawah ini adalah salah satu contoh dongeng anak tentang tumbuhan yang berjudul Kisah Pohon Apel yang Sombong. Kisah ini dapat diceritakan kepada anak karena memiliki pembelajaran kehidupan berupa nilai-nilai positif untuk tidak menjadi sombong.
Alkisah, di sebuah hutan Kalimantan hiduplah sebatang pohon Apel yang besar dan rindang. Pohon Apel telah hidup lebih lama dari pohon-pohon lain.
Entah karena suatu keajaiban, pohon-pohon lain yang ada disekitarnya banyak yang mati karena iklim yang panas dan kering akibat dari banyaknya sisi hutan lain yang dibuka untuk tambang. Hanya pohon Apel besar ini saja yang dapat bertahan hidup.
Waktu terus berlalu, si pohon Apel secara ajaib semakin besar dan rindang. Hidup dalam waktu yang lama, ternyata tidak membuat pohon Apel ini semakin baik dan bersahaja. Justru sebaliknya, ia semakin sombong dan besar kepala karena merasa senior.
"Ah, tidak ada yang sebesar dan serindang aku di hutan ini." batin Pohon Apel itu.
Saat Pohon Apel sedang membanggakan dirinya sendiri, tiba-tiba ada seekor Burung Pipit yang lewat.
"Hai Pohon Apel yang besar, aku baru saja melakukan perjalanan panjang. Aku merasa lelah sekali terbang sendirian. Sayapku pegal. Bolehkan aku istirahat di dahanmu? Sebentar saja?" tanya Burung Pipit pada Pohon Apel.
"Tidak boleh!" kata Pohon Apel dengan kasar.
"Kenapaa?" tanya Burung Pipit.
"Kalau kamu berteduh di dahanku, nanti kamu bikin kotor. Bisa saja kotoranmu membuat dahanku bau. Aku tidak suka! Sudah, pergi sana!" kata Pohon Apel dengan kasar.
Burung Pipit akhirnya pergi dengan sedih karena difitnah dan dikasari.
Dari kejauhan, ternyata Kelinci mengamati tingkah laku Si Pohon Apel. Suatu hari dia mendekati Si Pohon Apel dan berpura-pura pincang.
"Wahai Pohon Apel besar, kakiku terkilir dan kepanasan. Bolehkan aku berteduh sejenak di bawahmu?" tanya Kelinci.
"Tidak boleh. Kau cari saja pohon lain Ci!" kata Pohon Apel dengan sombong.
Kelinci yang sakit hati akhirnya menemui ulat. Dia menceritakan kelakuan Pohon Apel besar yang sombong itu.
"Kami akan memberinya pelajaran Ci," kata ulat.
"Bagaimana caranya?" tanya Kelinci.
"Lihat aja nanti," jawab ulat sambil tersenyum lebar.
Ulat dan teman-teman ulat lainnya mendatangi Si Pohon Apel dan mulai memakan daun-daunnya.
Pasukan ulat itu tidak peduli dengan teriakan pohon dan terus memakan daunnya hingga habis.
"Sekarang kau sudah tidak rindang lagi. Tak punya daun. Kau tak bisa sombong lagi." kata Ulat pada Pohon Apel.
Pohon Apel kemudian tertunduk lesu. Sadar bahwa dia juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika daunnya dimakan ulat. Tidak ada yang mau menolongnya karena selama ini dia amat sombong. Selain itu juga kasar pada penduduk hutan. Sekarang Pohon Apel menjadi sadar.
"Maafkan aku, mulai sekarang aku tidak akan sombong lagi," kata Pohon Apel.
Kelinci yang baru saja datang dan mendengar apa kata Pohon Apel menjadi senang.
"Baiklah, mulai sekarang jadilah pohon yang baik hati," kata Kelinci.
Sejak kejadian itu, Pohon Apel menjadi baik hati dan suka menolong. Dia punya banyak teman dan burung-burung yang bersarang di dahannya. Setelah punya banyak teman, Pohon mulai sadar, bahwa menjadi baik itu membuatnya lebih bahagia.
Baca Juga: 2 Contoh Dongeng Anak tentang Tumbuhan yang Singkat dan Seru
Itulah contoh dongeng anak tentang tumbuhan yang berjudul Kisah Pohon Apel yang Sombong. Kisah ini dapat diceritakan kepada anak-anak agar menjadikan pembelajaran yang positif yaitu rendah hati dan tidak sombong. (ARD)
