Dosa Ghibah yang Patut Diwaspadai Lengkap dengan Hadits Pendukungnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai makhluk sosial, manusia saling berhubungan satu sama lain dalam segala hubungan, tak terkecuali saat berbincang-bincang. Namun tidak bisa dipungkiri, saat berbincang-bincang sering berujung dengan ghibah. Padahal dalam ajaran Islam, dosa ghibah sangatlah besar.
Ajaran Islam memerintahkan kepada umatnya untuk menjauhi segala aktivitas yang berkaitan dengan ghibah. Lantas seberapa besar dosa seorang yang melakukan ghibah?
Dosa Ghibah yang Patut Diwaspadai
Dikutip dari buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar karya Imam An-Nawawi (2018:442), ghibah atau menggunjing adalah ketika seseorang menceritakan tentang apa yang dibenci olehnya, baik pada bentuk badan, agama, keduniaannya, kejiawaan, bentuk tubuh, tata krama, harta, anak, orang tua, dan lain sebagainya, baik dalam bentuk ucapan, surat, rumus, isyarat mata, tangan, kepala, dan lain sebagainya.
Nabi Muhammad Saw telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan ghibah dalam suatu hadits dari Abu Hurairah ra., Nabi Muhammad Saw bersabda,
“Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).
Dalam ajaran Islam, ghibah adalah perkara yang diharamkan. Hal ini didasarkan dari firman Allah dalam Surat Al-Hujurat ayat 12 yang artinya,
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan jangan di antara kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kalian akan merasa jijik. Bertakwalah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Sebegitu besarnya dosa ghibah bahkan lebih besar dibandingkan dengan perbuatan zina. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,
“Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya," (HR At-Thabrani).
Dengan mengetahui begitu besarnya dosa yang didapatkan oleh orang yang menggunjing atau ghibah, sebainya untuk menghindari dari perbuatan tersebut agar Allah SWT tidak melaknat hamba yang melakukan hal tersebut. (MZM)
