Ekspresi Pembacaan Puisi Doa Karya Chairil Anwar

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembacaan puisi Doa karya Chairil Anwar akan memperlihatkan ekspresi mimik berupa haru. Hal ini karena puisi tersebut bertemakan doa seorang hamba kepada Tuhannya.
Seorang hamba yang tidak bisa apa-apa tanpa bantuan dari Tuhannya. Seorang hamba yang lemah jika tidak ada pertolongan dari tuhan. Selayaknya seseorang yang sedang meminta, tentunya nada dan ekspresinya harus menegaskan kesan haru.
Pembacaan Puisi Doa Karya Chairil Anwar akan Memperlihatkan Ekspresi Mimik Berupa Haru
Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki banyak makna yang terkandung di dalamnya. Puisi dari segi penulisan diartikan sebagai 2 karya sastra yang dipadatkan, dipersingkat, diberi irama serta bunyi dan dipadukan dengan kata-kata imajinatif. Sehingga tampak jelas bahwa penggunaan kata-kata di dalam puisi bukan kata- kata dalam percakapan sehari-hari.
Dikutip dari buku Buku Ajar Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Tingkat Dasar, Asyhari Dwi Rukmana, dkk, (252), berikut adalah puisi Doa karya Chairil Anwar:
Doa
(Karya: Chairil Anwar)
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tuhanku
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Penjiwaan dalam pembacaan puisi ditandai dari ketepatan intonasi pembacaan dan ekspresi wajah. Antara intonasi pembacaan dengan ekspresi wajah ada keselarasan sehingga apa yang terdengar dan terlihat dari mimik tepat dan padu.
Ekspresi merupakan salah satu hal yang dibutuhkan ketika hendak membacakan atau memusikalisasikan sebuah puisi. Ekspresi adalah proses atau cara mengungkapkan suatu gagasan atau perasaan.
Dalam membaca puisi, ekspresi wajah harus memperhatikan isi puisi agar isi puisi sampai kepada pendengarnya. Ada berbagai ekspresi wajah seperti sedih, senang, memelas, takut, bimbang, dan sebagainya.
Pembacaan puisi Doa karya Chairil Anwar akan memperlihatkan ekspresi mimik berupa memelas. Kutipan puisi "Doa" karya Chairil Anwar tersebut menggambarkan keadaan seseorang yang sedang berdoa dan meminta kepada Tuhan.
Baca Juga: Kesan yang Ditangkap Pembaca Setelah Membaca atau Mendengar Pembacaan Puisi
Pembacaan puisi Doa karya Chairil Anwar akan memperlihatkan ekspresi mimik berupa memelas karena seseorang tersebut sedang meminta dengan khusyuk kepada Tuhan.(Adm)
