Konten dari Pengguna

Estetika: Kepekaan Terhadap Keindahan atau Seni

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepekaan terhadap keindahan atau seni disebut dengan estetika, sumber foto Geri Mis by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepekaan terhadap keindahan atau seni disebut dengan estetika, sumber foto Geri Mis by unsplash.com

Kepekaan terhadap keindahan atau seni disebut dengan estetika. Kata yang satu ini sangat sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Kata yang satu ini sangat berkaitan erat dengan hal-hal yang berhubungan dengan seni. Secara umum, pengertian estetika adalah bidang ilmu yang mengkaji tentang keindahan. Secara etimologis, kata estetika berasal dari bahasa Latin “aestheticus” yang artinya merasa. Ilmu ini mempelajari tentang bagaimana suatu keindahan bisa terbentuk dan bagaimana suatu keindahan bisa dirasakan oleh manusia. Perlu diketahui bahwa tidak semua manusia memiliki kemampuan atau kecerdasan di bidang estetika. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mari simak ulasannya di artikel ini.

Estetika: Kepekaan Terhadap Keindahan atau Seni

Mengutip buku Koreografi Seni Tari Berkarakter Islami untuk Anak Sekolah Dasar oleh Arina Restian (2019), Immanuel Kantt berpendapat bahwa estetika merupakan suatu elemen yang tidak berhubungan terhadap bendanya, melainkan perasaan senang yang dirasakan oleh seseorang saat melihat benda tersebut.

Estetika dapat dideskripsikan saat menilai suatu objek sebagai benda yang indah, namun dilakukan beerdasarkan aturan-aturan tersirat. Misalnya ketika menikmati seni tari Indonesia. Umumnya, manusia menilai estetika sebagai seni, atau seni senantiasa mengandung nilai-nilai keindahan.

Kecerdasan Estetika Bisa Diasah

Ilustrasi Kepekaan terhadap keindahan atau seni disebut dengan estetika, sumber foto (Paulline) by unsplash.com

Estetika merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang seni, nilai keindahan, serta pendapat manusia terhadapnya. Estetika juga bisa diartikan sebagai kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan.

Lantas, apakah hanya orang yang berkecimpung di dunia kesenian saja yang memiliki kepekaan estetik? Jawabannya tentu tidak, karena kecerdasan estetik memiliki kedudukan yang sama dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, maupun kecerdasan emosional.

Sama seperti jenis kecerdasan yang lain, kecerdasan estetik bisa diasah kepekaannya karena tidak muncul begitu saja di dalam diri seseorang.

Kecerdasan estetik sekaligus menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Sebab, hewan, tumbuhan, dan ciptaan makhluk yang lainnya tidak selalu dibekali dengan kemampuan estetik.

Setelah menyimak pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa kecerdasan estetika dapat terus diasah dari waktu ke waktu. Meskipun tingkat kecerdasan antarmanusia berbeda-beda, namun kemampuan ini patut disyukuri sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk yang lain. (DLA)