Fakta Halte Jaga Jakarta, Fasilitas Publik yang Sempat Terbakar saat Demonstrasi

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan ini, fakta Halte Jaga Jakarta banyak dicari oleh warganet karena sempat kebakaran akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Sebelumnya, Halte Jaga bernama Halte Transjakarta Senen Sentral. Halte ini menjadi salah satu ikon transportasi publik dan selalu ramai dipadati penumpang. Jika sering menggunakan bus, penting untuk mengetahui fakta tentang halte tersebut.
5 Fakta Halte Jaga Jakarta
Ada sejumlah fakta Halte Jaga Jakarta yang perlu diketahui bagi masyarakat yang belum paham. Beberapa fakta tersebut di antaranya yaitu:
1. Perubahan Nama
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Halte TransJakarta awalnya bernama Halte Senen Sentral. Halte ini rusak parah karena pembakaran dan vandalisme selama demonstrasi pada 29 Agustus 2025.
Mengutip Instagram @pt_transjakarta, usai direnovasi secara intensif oleh Pemprov DKI, halte ini diresmikan dengan nama Halte Jaga Jakarta oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung pada 8 September 2025.
2. Makna Nama Baru
Pramono Anung tidak menjelaskan secara rinci arti nama baru dari Halte Senen Sentral. Namun, nama "Jaga Jakarta" mengandung pesan kuat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum dan ruang publik di Jakarta.
Mengingat, menjaga kota tidak cukup dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama warga Jakarta.
3. Instalasi Peringatan di Dalam Halte
Sebagai bentuk peringatan, Halte Jaga Jakarta kini mempunyai instalasi berupa barang-barang sisa kebakaran yang terdisplay di dalam kotak kaca berbingkai biru.
Barang tersebut mencakup mesin tap,televisi rusak, papan petunjuk arah, kerangka blower, dan bongkahan guiding block yang hangus terbakar. Tujuan adanya instalasi ini untuk menyampaikan pesan agar tindakan vandal tidak terjadi lagi.
4. Pemulihan yang Cepat
Kerusakan pada halte mulai direnovasi pada 30 Agustus 2025, sehari setelah insiden kebakaran. Saat diresmikan pada 8 September 2025, layanan TransJakarta telah pulih sepenuhnya dan beroperasi normal. Angkutan bus listrik juga turut diluncurkan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
5. Semangat Gotong Royong Membangun Halte
Peresmian Halte Jaga Jakarta menjadi momen penting bagi masyarakat maupun pengemudi ojek online. Pasalnya, mereka dengan sukarela membantu membersihkan dan memperbaiki halte pascademo.
Baca juga: Apakah Benar Ada Wacana LRT Bandung? Ini Beritanya
Fakta Halte Jaga Jakarta menjadi pengingat bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk menjaga fasilitas umum saat demonstrasi. Dengan begitu, diharapkan tumbuh kesadaran untuk senantiasa menjaga fasilitas publik. (DLA)
