Faktor-Faktor yang Mendukung Keberhasilan Usaha Pengolahan Makanan Internasional

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keberhasilan industri makanan akan meningkatkan daya saing di pasar internasional. Faktor-faktor apa sajakah yang mendukung keberhasilan usaha pengolahan makanan internasional? Simak jawabannya melalui tulisan berikut ini.
Baca juga: Tantangan di Balik Peluang Industri Makanan dan Minuman Halal di Indonesia.
Faktor-Faktor Keberhasilan Usaha Pengolahan Makanan Internasional
Manajemen mutu tidak hanya fokus pada mutu produk, namun juga cara untuk mencapai mutu secara lebih konsisten. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan usaha pengolahan makanan internasional terdapat dalam konsep manajemen kualitas total (Total Quality Management - TQM), yang terdiri atas:
Fokus terhadap pelanggan, karena tingkat kualitas pada akhirnya ditentukan oleh pelanggan.
Keterlibatan semua karyawan. Semua karyawan berpartisipasi dalam bekerja menuju tujuan bersama.
Berpusat pada proses, yang merupakan bagian paling dasar.
Sistem terpadu. Fokusnya adalah proses horisontal yang menghubungkan seluruh fungsi.
Pendekatan strategis dan sistematis untuk mencapai visi, misi, serta tujuan perusahaan.
Perbaikan terus-menerus untuk langkah yang lebih kompetitif dan efektif.
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dan analisis data yang diperlukan, agar akurasi tetap terjaga.
Komunikasi yang efektif diperlukan untuk menjaga moral, serta terus memberikan motivasi di semua tingkatan. Komunikasi melibatkan strategi, metode, dan ketepatan waktu.
Dalam usaha pengolahan makanan internasional, keamanan pangan tentu menjadi perhatian dunia. Keamanan pangan adalah jaminan bahwa makanan tidak akan merugikan konsumen saat disiapkan dan/atau dimakan menurut penggunaannya. Makanan bisa menjadi tidak aman dan berpotensi menyebabkan kerusakan melalui bahaya.
Dikutip dari buku Ilmu Gizi (Teori, Aplikasi, dan Isu) yang disusun oleh Haslinah, Hepti Muliyati (2022:117), bahaya pada usaha pengolahan makanan internasional dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
Bahaya Biologis (Kuman)
Mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, virus, cacing, protozoa, alga, dan produk beracun tertentu. Mikroorganisme ini dapat menyebabkan kerusakan makanan atau menyebabkan sakit, bahkan kematian.
Bahaya Kimia
Bahaya kimia juga termasuk makanan beracun bagi manusia.
Bahaya Fisik
Potongan logam, kayu, kaca, plastik, mesin, dan peralatan dapat menyebabkan tersedak, luka dan memar di mulut atau sistem pencernaan.
Bahaya Biologis
Beberapa mikroorganisme dapat tumbuh pada makanan yang menyebabkan pembusukan, keracunan, dan infeksi makanan.
8 Elemen pada sistem manajemen kualitas total (TQM) merupakan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan usaha pengolahan makanan internasional. Kualitas dan keamanan produk makanan, merupakan dua hal penting untuk dapat bersaing di perdagangan internasional.(DK)
