Konten dari Pengguna

Faktor Penentu Mudah atau Tidaknya Logam Berkarat dalam Ilmu Kimia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/id/users/haalkab-3086546/ - mudah atau tidaknya logam berkarat tergantung pada
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/id/users/haalkab-3086546/ - mudah atau tidaknya logam berkarat tergantung pada

Dalam ilmu kimia, mudah atau tidaknya logam berkarat tergantung pada kereaktifan logam. Ini merupakan jawaban dari pertanyaan yang bisa kamu temui dalam kumpulan contoh soal yang muncul dalam pelajaran kimia, seperti berikut:

Faktor yang memengaruhi mudah atau tidaknya logam berkarat bergantung pada ...

a. banyaknya air

b. kereaktifan logam

c. suhu lingkungan

d. tingkat kebasaan

e. banyaknya oksigen

Baca Juga: Rumus Kimia Karat Besi dan Pengertian Korosi

Mudah atau Tidaknya Logam Berkarat Tergantung pada Kereaktifan Logam dalam Ilmu Kimia

Lantaran mudah atau tidaknya logam berkarat tergantung pada kereaktifan logam, maka jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang sudah disebutkan di atas adalah b. kereaktifan logam.

Mengutip dari buku Super Lengkap Kimia SMA, GagasMedia, 2010, peristiwa berkaratnya suatu benda atau yang biasa disebut dengan korosi adalah proses bereaksinya senyawa logam dengan oksigen (reaksi oksidasi), sehingga membentuk senyawa oksida logam atau karat.

https://pixabay.com/id/users/shuraki-18753/

Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab korosi, yaitu:

  • Air dan kelembaban udara

  • Oksigen

  • Hidrogen

  • Adanya arus listrik

Sementara, mudah atau sulitnya suatu benda logam menjadi berkarat bergantung pada kereaktifan logam. Logam reaktif akan lebih mudah mengalami reaksi oksidasi, sehingga mudah timbul karat.

Apa itu Kereaktifan Logam?

Kereaktifan logam adalah kemampuan logam untuk bereaksi dengan zat lain, seperti oksigen, hidrogen, atau basa. Kereaktifan logam dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Elektropositivitas (kecenderungan untuk menerima elektron)

  • Jenis ikatan kimia

  • Konfigurasi elektronik

Dalam tabel periodik, logam yang lebih aktif memiliki lebih sedikit elektron pada orbital tinggi dan lebih cenderung bereaksi dengan zat lain. Contohnya, logam seperti sodium dan kalium yang berada pada grup pertama dalam tabel periodik memiliki kereaktifan yang tinggi dan bereaksi dengan oksigen untuk membentuk garam.

Sementara, logam seperti emas dan platina yang berada pada grup terakhir memiliki kereaktifan yang rendah dan stabil, sehingga sulit bereaksi dengan zat lain.

Jenis-jenis Logam yang Mudah Berkarat

Beberapa jenis logam yang mudah berkarat atau rentan terhadap korosi, antara lain adalah:

  • Besi, yaitu jenis logam yang paling mudah berkarat dan banyak digunakan dalam konstruksi bangunan, pipa, dan peralatan industri.

  • Aluminium, yang mudah berkarat dan banyak digunakan dalam aplikasi luar ruangan, seperti konstruksi bangunan dan peralatan transportasi.

  • Tembaga, yaitu jenis logam yang mudah berkarat dan banyak digunakan dalam aplikasi listrik dan mekanik, seperti kabel dan pipa.

  • Zink, yaitu logam yang banyak digunakan dalam aplikasi proteksi korosi, seperti pelapis galvanis pada besi dan logam lain.

Itu tadi penjelasan mengenai mudah atau tidaknya logam berkarat tergantung pada kereaktifan logam. Semoga bisa dipahami. (DNR)