Faktor Penyebab Adanya Kegaduhan dalam Koalisi adalah Komunikasi Tidak Efektif

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Koalisi merupakan istilah yang identik dengan politik. Suatu koalisi dapat berhasil. Namun, tak jarang anggota koalisi bertengkar dan membuat kegaduhan. Salah satu faktor penyebab adanya kegaduhan dalam koalisi adalah komunikasi yang tidak efektif.
Selain karena faktor komunikasi, masih ada penyebab lainnya. Misalnya karena ada perbedaan ideologi.
Komunikasi Tidak Efektif: Salah Satu Faktor Penyebab Adanya Kegaduhan dalam Koalisi
Masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah koalisi. Koalisi ini erat kaitannya dengan politik. Dikutip dari buku Hukum Koalisi dan Oposisi Menurut Islam, Muftisany (2021:3), pengertian koalisi adalah partai atau gabungan partai dengan memiliki tujuan yang sama dengan pemerintah yang dibentuk dalam periode tertentu.
Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), koalisi artinya adalah kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen. Koalisi ini biasanya akan dibangun saat pemilu maupun saat pemilihan kepala daerah serta presiden.
Tugas dari partai yang berkoalisi adalah mendukung kerja pemerintah saat membuat suatu kebijakan. Dalam suatu koalisi bisa saja terjadi kegaduhan. Kegaduhan tersebut disebabkan oleh banyak faktor.
Salah satu faktor penyebab adanya kegaduhan dalam koalisi adalah komunikasi yang tidak efektif. Berikut penjelasan beserta penyebab lainnya.
1. Komunikasi yang Tidak Efektif
Faktor pertama terjadinya kegaduhan dalam koalisi adalah karena komunikasi yang tidak efektif. Komunikasi yang tidak efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, dan ketidaksepakatan di antara partai koalisi.
Komunikasi merupakan kunci dalam kerjasama. Komunikasi yang efektif sangat penting. Sebab, dengan komunikasi tersebut, setiap partai koalisi dapat memahami kebijakan yang dijalankan, hingga dapat mengatasi perbedaan pendapat.
2. Perbedaan Ideologi antar Anggota Koalisi
Aktor selanjutnya adalah adanya perbedaan ideologi antara anggota koalisi. Setiap partai politik memiliki nilai, pandangan, dan ideologinya masing-masing. Saat partai politik digabungkan dengan partai lainnya, terkadang akan sulit untuk mencapai kesepakatan bersama.
Hal itu karena adanya perbedaan pandangan dan ideologi. Perbedaan ideologi sangat normal terjadi. Agar dapat memecahkan permasalahan tersebut, setiap partai politik yang berkoalisi dapat bermusyawarah dan berdiskusi.
3. Kepentingan Pribadi
Faktor terakhir adalah kepentingan pribadi. Terkadang, pemimpin partai politik dalam suatu koalisi lebih memperhatikan kepentingan pribadi. Hal ini tentunya dapat menyebabkan ketidakseimbangan, ketidakpuasan, hingga kegaduhan.
Baca juga: Profil Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)
Jadi, salah satu faktor penyebab adanya kegaduhan dalam koalisi adalah komunikasi yang tak efektif. Selain itu, perbedaan ideologi dan kepentingan pribadi juga dapat membuat kegaduhan dalam suatu koalisi. (FAR)
