Faktor yang Mendukung Berkembangnya Pusat Pertumbuhan pada Suatu Wilayah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertumbuhan dan pengembangan suatu wilayah tidak terjadi secara bersamaan. Salah satu faktor yang mendukung berkembangnya pusat pertumbuhan adalah keadaan topografi. Simak faktor lainnya dalam artikel berikut ini.
Baca juga: Fungsi Pusat Pertumbuhan Secara Umum dan Manfaatnya.
Faktor yang Mendukung Berkembangnya Pusat Pertumbuhan
Pengertian pusat pertumbuhan adalah suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya lebih pesat jika dibandingkan dengan kawasan lain di sekitarnya, dan menjadi pusat kegiatan ekonomi. Dikutip dari buku Master Kisi-Kisi SBMPTN Soshum 2019 yang disusun oleh The King Eduka (2018:808), faktor yang mendukung berkembangnya pusat pertumbuhan adalah sebagai berikut;
Lokasi
Wilayah strategis dengan aksesibilitas tinggi dapat menjadi pusat pertumbuhan.
Sumber Daya Alam (SDA)
Wilayah yang memiliki sumber daya alam melimpah dan dikelola dengan baik dapat menjadi pusat pertumbuhan.
Sumber Daya Manusia (SDM)
Wilayah dengan sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadi pusat pertumbuhan.
Topografi
Wilayah dataran rendah akan berkembang pesat dari wilayah pegunungan, karena pembangunan jaringan transportasinya lebih mudah.
Fasilitas Penunjang
Wilayah yang memiliki jaringan jalan, jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan sarana kebersihan berpotensi menjadi pusat pertumbuhan.
Industri
Wilayah yang memiliki banyak aktivitas industri dapat menjadi pusat pertumbuhan.
Sosial Budaya Masyarakat
Wilayah dengan potensi sosial budaya tinggi dapat menjadi pusat pertumbuhan.
Teori Pusat Pertumbuhan
Berdasarkan buku Target Nilai 10 UN SMA/MA IPS 2016 Sistem CBT yang disusun oleh The King Eduka (2015:817), teori-teori yang mendasari pusat pertumbuhan adalah sebagai berikut.
Teori Kutub Pertumbuhan
Dikemukakan oleh Francois Perroux yang menyatakan kutub pertumbuhan merupakan fokus dalam wilayah ekonomi dan pusat aktivitas yang menularkan perkembangan wilayah dari pusat ke area pinggiran.
Teori Tempat Sentral
Dikemukakan oleh Walter Chisstaller dan Agust Losche, yang menyatakan suatu tempat sentral sebagai pusat aktivitas manusia. Berdasarkan luas kawasan pengaruhnya, hierarki sentral dibedakan menjadi:
Tempat sentral hierarki tiga, merupakan pusat pelayanan seperti pasar atau pusat perbelanjaan.
Tempat sentral hierarki empat, merupakan pusat sentral yang memberikan kemungkinan rute lalu lintas yang efektif dan efisien.
Tempat sentral hierarki tujuh, merupakan pusat sentral administratif atau pusat pemerintahan.
Perkembangan wilayah berawal dari kota kecil yang kemudian berkembang menjadi besar sebagai pusat pertumbuhan. Faktor yang mendukung berkembangnya pusat pertumbuhan adalah faktor alam, penduduk, dan sosial budaya.(DK)
