Fungsi dan Cara Membaca Jangka Sorong

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah jangka sorong ternyata penting keberadaannya dan memilik berbagai fungsi yang menarik. Namun sebelumnya tahukah Anda bagaimana cara membaca jangka sorong?
Fungsi dan Cara Membaca Jangka Sorong
David Flack pada tahun 2014 dalam bukunya Callipers and Micrometers menerangkan pengertian jangka sorong sebagai berikut:
Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0.1 mm atau 0.01 cm, dan memilikiberbagai ukuran dengan rentang pengukuran dari 100 mm hingga 3000 mm (4 inci sampai 120 inci).
Jangka sorong tidak hanya berfungsi untuk mengukur panjang namun juga digunakan untuk:
Mengukur diameter sebuah cincin
Mengukur diameter bagian dalam
Mengukur kedalaman dan luas sebuah benda.
Jangka sorong yang digunakan untuk mengukur bagian dalam dan luas benda terdiri dari:
Bilah utama atau bilah yang dibagi dalam mm, dan bilah pembantu yang dibagi 100, di mana seratus garis pada bilah pembantu sama dengan 49 milimeter pada bilah utama.
Untuk bisa membaca jangka sorong, kita juga harus mengetahui prinsip kerja jangka sorong dengan mengikuti langkah penggunaan jangka sorong sebagai berikut:
Tutup rapat rahang tetap dan rahang geser jangka sorong, dan pastikan agar kedudukan skala berada di angka nol
Letakkan benda yang akan diukur di bagian tengah tempat ukur.
Agar skala tidak berubah-ubah, kunci jangka sorong dengan cara memutar bagian kunci peluncur.
Setelah terkunci lepaskan benda yang diukur dari pengukur jangka sorong.
Baca pada skala utama dan skala nonius dengan cara mencari garis angka yang segaris antara skala utama dan skala nonius.
Berikut ini adalah cara membaca jangka sorong:
Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong menggunakan satuan cm. Adapun cara mendapatkan hasil pengukuran jangka sorong seperti gambar di atas adalah dengan cara sebagai berikut:
Amati dan baca skala utamanya yaitu sebesar 1,4 cm
Skala nonius yang berimpit tegak lurus dengan satu tanda skala utama merupakan garis ke-sepuluh
Mengingat tingkat ketelitian jangka sorong adalah 0,1 mm, sehingga nilai lebih adalah sebesar:
10 x 0,1 mm = 1 mm = 0,1 cm 4.
Jadi, bacaan jangka sorong di atas adalah 1,4 cm ditambah 0,1 cm sama dengan 1,5 cm.
Selamat mencoba, semoga berhasil! (Adelliarosa)
