Fungsi dan Kegunaan dari Teori Konsumsi Pendekatan Kardinal

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia bisnis, mengetahui perilaku konsumen merupakan salah satu hal yang perlu dikuasai oleh pebisnis atau pengusaha. Pembahasan mengenai perilaku konsumen memang tidak akan pernah ada habisnya, termasuk tentang berbagai pendekatan yang digunakan dalam menganalisis perilaku konsumen tersebut. Salah satunya adalah dengan teori kardinal. Kegunaan dari teori konsumsi pendekatan kardinal adalah memudahkan mengukur nilai daya guna dari sebuah konsumsi.
Teori Konsumsi Pendekatan Kardinal dalam Bisnis
Tadi sudah disebutkan bahwa kegunaan dari teori konsumsi pendekatan kardinal ialah memudahkan mengukur nilai daya guna dari sebuah konsumsi.
Pada dasarnya perilaku konsumen selalu menunjukkan hal-hal atau intepretasi yang berbeda-beda, lantaran itulah muncul berbagai bentuk pendekatan muncul yang tujuannya adalah untuk menganalisis dan mengukur perilaku konsumen yang ada.
Mengutip dari buku Ekonomi Manajerial: Teori dan Pendekatan, Lora Ekana Nainggolan, Koesriwulandari Koesriwulandari, Bonaraja Purba, Darwin Damanik, dkk, 2021, teori perilaku konsumen pendekatan kardinal dikembangkan oleh beberapa ahli ekonomi seperti Hermann Heinrich Gossen, William Stanley Jevons, dan Leon Walras. Teori ini memiliki anggapan bahwa tinggi rendahnya nilai suatu barang atau jasa bergantung dari subjek yang memberikan penilaian, maksudnya suatu barang atau jasa akan dianggap bernilai apabila mempunyai nilai guna bagi penggunanya.
Dalam pendekatan kardinal dikenal dua ukuran kepuasan, yaitu:
Total Utility (kepuasan total). Merupakan ukuran kepuasan total yang diperoleh dari mengonsumsi sejumlah barang dan jasa.
Marginal Utility (kepuasan tambahan). Merupakan tambahan kepuasan yang diperoleh dari konsumsi satu unit tambahan barang.
Fungsi Teori Konsumsi Pendekatan Kardinal
Dari penjelasan tadi, bisa kita simpulkan bahwa beberapa fungsi dari teori konsumsi pendekatan kardinal antara lain adalah:
Untuk mengukur nilai daya guna dari sebuah konsumsi
Untuk mengetahui perilaku konsumen
Untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen
Asumsi dalam Teori Konsumsi Pendekatan Kardinal
Beberapa asumsi yang ada dalam teori konsumsi pendekatan kardinal, yakni:
Semakin banyak barang yang dikonsumsi seseorang, semakin besar kegunaan/manfaat yang didapatkan.
The low of diminishing marginal utility (hukum pertambahan manfaat yang makin menurun), dikenal juga dengan hukum Gossen. Menurut Hukum Gossen, penambahan konsumsi suatu barang akan menambah utilitas yang besar, tetapi semakin lama pertambahan utilitas akan semakin mengecil bahkan bisa negatif.
Konsistensi Preferensi. Konsumen harus mampu menyusun prioritas pilihan agar bisa membuat keputusan dan bersifat konsisten.
Pengetahuan yang sempurna tentang barang yang akan keputusan konsumsinya.
Demikian penjelasan mengenai kegunaan dari teori konsumsi pendekatan kardinal, yakni memudahkan mengukur nilai daya guna dari sebuah konsumsi. Pada dasarnya, pendekatan kardinal merupakan pendekatan yang bersifat subjektif, jadi tinggi rendahnya nilai guna suatu barang akan ditentukan oleh sudut pandang konsumen atau orang yang menilainya. (DNR)
