Konten dari Pengguna

Fungsi dan Ketentuan Pembuatan Abstrak dalam Artikel Ilmiah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketentuan pembuatan abstrak. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ketentuan pembuatan abstrak. Sumber: unsplash.com

Dalam penulisan artikel ilmiah, abstrak menjadi bagian penting yang tidak boleh ketinggalan untuk Anda tulis. Hal ini karena fungsi abstrak berisi tentang penjelasan singkat mengenai keseluruhan hasil penelitian yang sudah Anda lakukan. Lantas, bagaimana ketentuan pembuatan abstrak dalam artikel ilmiah yang benar? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.

Baca Juga: Pengertian, Jenis-Jenis, beserta Contoh Kalimat Abstrak

Fungsi Abstrak dalam Artikel Ilmiah

Secara umum, fungsi penulisan abstrak dalam artikel ilmiah adalah sebagai panduan bagi peneliti selanjutnya dalam mencocokkan topik penelitian yang dilakukan. Selain itu, abstrak juga berfungsi sebagai gambaran umum yang didalamnya terdapat isi laporan penelitian. Jadi, orang yang membaca penelitian tersebut bisa lebih mudah paham ketika membaca abstrak.

Menariknya, abstrak juga bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil rujukan penelitian yang akan dilakukan, lho. Jadi, para peneliti yang akan melakukan penelitian perlu mencari rujukan terkait dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Nah, dengan adanya abstrak ini, maka para peneliti menjadi lebih mudah dalam mengambil rujukan yang sesuai dengan penelitian mereka.

Ketentuan pembuatan abstrak. Sumber: unsplash.com

Ketentuan Pembuatan Abstrak dalam Artikel Ilmiah yang Benar

Mengutip dari laman konas-arsptn.unud.ac.id, ketentuan pembuatan abstrak dalam artikel ilmiah yang benar adalah sebagai berikut.

  • Abstrak harus diketik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (dalam 1 file); Times New Roman, ukuran font 12pt, spasi tunggal, dan justify.

  • Judul abstrak dibatasi 16 kata dalam kasus kalimat, cetak tebal.

  • Nama lengkap penulis ditulis dengan nama depan dan diikuti nama keluarga dengan huruf besar dan kecil.

  • Penulis utama adalah yang pertama disebutkan, dan digarisbawahi untuk menyajikan penulis.

  • Rincian afiliasi secara berurutan untuk departemen, institusi/rumah sakit, kota/negara bagian, negara.

  • Hindari menggunakan singkatan yang tidak standar, istilah yang tidak dikenal; simbol atau akronim yang tidak mudah dipahami oleh pembaca umum. Singkatan non-standar harus didefinisikan secara lengkap.

Perlu Anda ketahui bahwa ketentuan penulisan abstrak bisa saja berbeda tergantung dari instansi maupun jenis karya ilmiah yang ditulis. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa menanyakan prosedur penulisan abstrak pada instansi terkait, ya.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang mengerjakan artikel ilmiah. (Anne)