Konten dari Pengguna

Fungsi dan Perbedaan Kalender Islam dengan Kalender Masehi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kalender, sumber foto: https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalender, sumber foto: https://unsplash.com/

Kalender Islam atau biasa disebut dengan kalender hijriryah merupakan kalender yang dipakai oleh umat Islam dan merupakan produk politik yang dikeluarkan pada masa Khalifah Umar. Tujuan dari dibentuknya kalender hijriyah ini adalah untuk memperlancar sistem kenegaraan pada waktu itu.

Lalu apa fungsi dan perbedaan kalender Islam dengan kalender Masehi? Berikut adalah penjelasannya untuk kalian.

Perbedaan Kalender Islam atau Hijriyah dan Masehi

Ilustrasi kalender, sumber foto: https://unsplash.com/

Yang membedakan kalender Islam hijriyah dan masehi terletak pada dasar penghitungan mereka. Jika kalender hijriyah dihitung berdasarkan perputaran bulan mengelilingi matahari atau revolusi bulan maka kalender masehi dihitung berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari atau revolusi bumi. Dari sini sudah dipastikan perbedaan paling mendasar dari kalender hijriyah dan masehi.

Kalender masehi sendiri atau juga bisa disebut sebagai tahun komariah dalam satu tahunnya terdiri dari 354 – 355 hari. Karena revolusi bulan mengelilingi bumi membutuhksn waktu sekitar 29,5 hari. Sehingga dalam kalender hijriyah dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari. Jumlah hari setiap bulan dalam kalender hijriyah selang seling kecuali bulan Zulhijjah. Satu tahun hijriyah dibagi menjadi 12 bulan dengan jumlah hari sebagai berikut :

  1. Muharam: 29 hari

  2. Safar: 30 hari

  3. Rabiul Awal: 29 hari

  4. Rabiul Akhir: 30 hari

  5. Jumadil Awal: 29 hari

  6. Jumadil Akhir: 30 hari

  7. Rajab: 29 hari

  8. Syaban: 30 hari

  9. Ramadan: 30 hari

  10. Syawal: 30 hari

  11. Zulkaidah: 29 hari

  12. Zulhijah: 29 atau 30 hari

Dikutip dari buku Seri Cerdas Tangkas - IPS kelas 6 semester 2, X Kanopi (2013:75) untuk kalender masehi dihitung berdasarkan revolusi bumi atau juga disebut dengan tahun syamsiah. Dalam satu tahun masehi terdiri dari 365 – 366 hari. Perbedaan yang terjadi dengan kalender hijriyah adalah karena adanya konsistensi penghitungan dari dalam kalender hijriyah. Untuk kalender masehi sendiri terdiri dari 28 – 31 hari dalam tiap bulannya.

Berikut adalah nama bulan dan jumlah hari kalender masehi:

  1. Januari: 31 hari

  2. Februari: 28 atau 29 hari

  3. Maret: 31 hari

  4. April: 30 hari

  5. Mei: 31 hari

  6. Juni: 30 hari

  7. Juli: 31 hari

  8. Agustus: 31 hari

  9. September: 30 hari

  10. Oktober: 31 hari

  11. November: 30 hari

  12. Desember: 31 hari

Saat ini kalender memiliki banyak fungsi selain untuk menandai hari-hari bersejarah, kalender juga dapat dijadikan sebagi pengingat bagi kita untuk melakukan sesuatu.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan dari kalender Islam hijriyah dan masehi. (WWN)