Fungsi Merge dan Ikon Lainnya dalam Microsoft Excel

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi merge digunakan untuk menggabungkan sel. Merge adalah salah satu menu penting dalam Microsoft Excel. Tanpa adanya menu tersebut, membuat data atau dokumen menjadi kurang praktis dan tidak efisien.
Selain merge, masih ada beberapa ikon lain yang tidak kalah penting. Memahami fungsi keseluruhan dari menu tersebut sangat penting untuk memudahkan dalam menyusun data.
Fungsi Merge Digunakan untuk Apa?
Mengutip buku 36 Jam belajar Komputer Microsoft Office 2013 oleh Budi Permana & Kurweni Ukar (2015), fungsi merge digunakan untuk menggabungkan dua sel atau lebih menjadi satu sel besar. Tools Microsoft Excel ini umumnya digunakan untuk mengatur tata letak tabel agar lebih rapi dan memastikan teks lebih terlihat menarik secara visual.
Contohnya, sel dari A1-C1 dijadikan satu sel tunggal yang mencakup tiga ruang dalam sel tersebut. Adapun penjelasan rinci mengenai fungsi merge yakni sebagai berikut:
Membuat judul tabel agar terlihat lebih jelas dan menonjol dengan menggabungkan sel di baris atas.
Merapikan atau memperbaiki tata letak data di dalam lembar kerja.
Memusatkan teks di dalam sel yang sudah digabungkan.
Cara Menggunakan Merge
Cara menggunakan merge cukup mudah dilakukan. Adapun langkah-langkahnya yakni sebagai berikut:
Pilih atau sorot beberapa sel yang ingin digabungkan. Contohnya, seperti sel A1 sampai C1.
Klik Tab "Home" di bagian atas layar Excel untuk membuka perintah utama.
Temukan Grup "Alignment" di dalam tab "Home" yang berisi tombol "Merge & Center".
Klik tombol "Merge & Center" untuk mengombinasikan sel-sel yang dipilih sekaligus memusatkan teks dalam sel gabungan tersebut.
Ikon Lain dalam Microsoft Excel dan Fungsinya
Selain merge, ada beberapa ikon lain pada Microsoft Excel yang tidak kalah penting. Beberapa ikon tersebut di antaranya sebagai berikut:
1. Data
Filter: Menyaring data untuk menampilkan data dengan kriteria tertentu.
Consolidate: Menggabungkan data dari berbagai tempat.
Sort: Mengurutkan data berdasarkan kriteria tertentu.
Data Validation: Membatasi jenis data yang bisa dimasukkan ke dalam sel.
What-If Analysis: Alat analisis.
2. Format Cells
Font: Mengatur ukuran, jenis, dan gaya huruf.
Number: Mengatur format angka.
Alignment: Mengatur perataan teks dalam sel.
Border: Menambah atau menghapus garis tepi pada sel.
Fill: Mengganti warna latar belakang sel.
3. Number Formatting
General: Format default.
Currency: Format angka dalam bentuk mata uang.
Number: Format angka dengan atau tanpa desimal.
Accounting: Format angka untuk kebutuhan akuntansi.
Percentage: Format angka dalam bentuk persentase.
Short Date, Long Date: Format tanggal.
Time: Format waktu.
Fraction: Format angka dalam bentuk pecahan.
Scientific: Format angka dalam bentuk notasi ilmiah.
4. Alignment
Align Left, Center, dan Right: Mengelola perataan horizontal teks dalam sel.
Top Align, Middle Align, dan Bottom Align: Mengatur perataan vertikal teks dalam sel.
Orientation: Mengganti orientasi teks.
Wrap Text: Membungkus teks di dalam sel agar teks yang panjang bisa turun ke baris berikutnya di dalam sel yang sama.
Indent: Menambahkan indentasi pada teks.
5. Insert
Table: Menyisipkan tabel yang bisa diatur dan difilter.
Shapes: Menyisipkan bentuk.
Picture: Menyisipkan gambar dari berkas atau online.
Chart: Menyisipkan grafik untuk visualisasi data.
Sparklines: Menyisipkan grafik kecil untuk menunjukkan tren data.
6. Page Layout
Margins: Mengatur margin halaman.
Size: Mengatur ukuran kertas.
Orientation: Mengatur orientasi halaman (potret atau lanskap).
Print Area: Menentukan area cetak.
Baca juga: Fungsi INDEX pada Excel, Fungsi MATCH, dan Cara Menggunakan Rumus INDEX-MATCH
Jadi, fungsi merge digunakan untuk menggabungkan sell. Masing-masing menu pada Microsoft Excel memiliki fungsi masing-masing yang mendukung pengelolaan data agar mudah dibaca. (DLA)
