Fungsi Pasangan Aksara Jawa dan Perbedaannya dengan Pangkon

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamu yang pernah mempelajari bahasa Jawa pasti tak asing lagi dengan fungsi pasangan aksara Jawa.
Namun, tidak sedikit yang belum mengerti apa itu pasangan aksara Jawa. Untuk yang belum mengerti, pasangan di sini bukan pasangan hidup, yah….
Pasangan di dalam Aksara Jawa
Pasangan di dalam aksara Jawa adalah simbol untuk menghilangkan huruf vokal dari aksara dasar Jawa, yaitu carakan.
Pada dasarnya, aksara carakan memiliki vokal inheren /a/ atau /ɔ/. Jadi, saat disematkan pasangan, aksara carakan akan menjadi huruf mati.
Karena adanya 20 aksara carakan, maka mengikuti setiap hurufnya, jumlah pasangannya juga ada 20 buah.
Fungsi Pasangan Aksara Jawa
Berdasarkan buku Cepat Terampil Membaca Aksara Jawa (Pengenalan Aksara, Penerapan Sandhangan, Penerapan Pasangan, Eko Gunawan, (2018:43), fungsi pasangan aksara Jawa adalah untuk menggantikan suatu aksara carakan jika ia berada di belakang aksara sigeg alias konsonan atau mati.
Namun, pasangan hanya bisa digunakan untuk aksara yang proses perubahan konsonannya bukan karena mendapatkan sandhangan sigeg pangkon.
Perbedaan Penggunaan Pasangan dan Pangkon
Penggunaan pasangan ini berbeda dengan penggunaan sandhangan pangkon. Aksara konsonan dari setiap aksara dasar alias carakan sesungguhnya bisa dihilangkan dengan penggunaan diakritik pangkon.
Namun, pangkon tidak digunakan di tengah kata atau kalimat. Pangkon hanya digunakan untuk menghilangkan aksara konsonan di akhir kalimat. Jadi, untuk menghilanhkan aksara konsonan yang berada di tengah kata dan kalimat, bentuk pasanganlah yang akan digunakan.
Berbeda dengan pangkon, pasangan tidak hanya menghilangkan konsonan yang diikutinya, tetapi juga menunjukkan konsonan selanjutnya. Sebagai contoh, aksara ma yang diikuti bentuk pasangan dari pa akan menjadi mpa.
Selain itu, pada kata ‘mangan nanas’, huruf N di kata mangan tidak boleh dihilangkan dengan pangkon, karena berada di dalam satu kalimat. Karena itulah, huruf N tersebut dihilangkan dengan menyematkan pasangan Na. Dengan demikian, huruf N itu akan otomatis mati, sehingga pengucapan dilanjutkan dengan suku kata Na di dalam kata nanas.
Aturan Penulisan Pasangan di dalam Aksara Jawa
Untuk menulis pasangan di dalam aksara Jawa, ada beberapa peraturan yang harus dipenuhi, antara lain:
Pasangan ditulis dari kiri ke kanan
Pasangan bisa memperoleh sandhangan swara (pepet, suku, wulu, taling, dan taling tarung)
Pasangan bisa memperoleh sandhangan panyigeg cecak, wignyan, dan layar
Pasangan digunakan untuk menghilangkan huruf di dalam kata atau kalimat
Kini kamu sudah memahami fungsi pasangan aksara Jawa dan perbedaan penggunaannya dengan pangkon, bukan? (BRP)
