Fungsi Tari Tor Tor beserta Jenis dan Bagian Gerakannya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat pembagian jenis tarian berdasarkan fungsinya. Fungsi Tari Tor Tor akan berbeda dengan Tari Serampang Dua Belas atau Tari Merak.
Tari Tor Tor adalah ekspresi gerakan estetis dan artistik yang teratur, sesuai dengan irama. Gerakan teratur ini dapat dilakukan oleh perorangan, berpasangan ataupun berkelompok.
Fungsi Tari Tor Tor dan Jenisnya dalam Budaya Batak
Tari Tor Tor merupakan tari tradisional suku bangsa Batak, Sumatera Utara. Pada zaman dahulu, fungsi Tari Tor Tor adalah pengisi acara adat dan keagamaan (keyakinan nenek moyang sebelum adanya agama Islam).
Karena pengaruh perkembangan zaman, Tari Tor Tor sekarang berfungsi untuk mengisi acara pesta Siriaon (Sukaria), dan juga dapat ditampilkan di acara lain yang berfungsi sebagai hiburan atau menyambut tamu.
Berdasarkan buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara, Resi Septiana Dewi (2012:48), berikut adalah jenis Tari Tor Tor.
Tari Tor Tor Pangurason (Tari Pembersihan). Tari ini biasanya digelar pada saat pesta besar, agar jauh dari marabahaya.
Tari Tor Tor Sipitu Cawan (Tari Tujuh Cawan). Tari ini biasa digelar pada saat pengukuhan seorang raja.
Tari Tor Tor Tunggal Panaluan yang merupakan suatu budaya ritual. Biasanya digelar apabila suatu desa dilanda musibah.
Bagian Gerakan Tari Tor Tor
Secara keseluruhan, Tari Tor Tor dibagi menjadi 7 bagian. Diambil dari buku Yuk, Mengenal Tari Daerah 34 Provinsi di Indonesia, Tim Redaksi (2017:3), bagian gerakan Tari Tor-Tor adalah sebagai berikut.
Gondang Mula-Mula yang diawali dengan tabuhan gendang bertalu-talu. Para penari mulai mengambil sikap menyembah mengangkat tangan dengan gerak-gerak halus yang anggun.
Gondang Dewata, yang ditujukan untuk menghormati para dewata. Gerakan para penari mulai hidup dan bebas mengikuti tabuhan gondang yang riuh.
Gerak penghormatan kepada roh leluhur. Gerak tarinya kian rampak dengan liukan pinggang dan jemari diiringi kerlingan mata.
Diawali dengan Tari Kisah (Mangaliat), yang khusus dipersembahkan kepada para hadirin dengan tujuan memohon kemakmuran.
Pada gerakan ini, posisi penari pria meletakkan tangan di atas kepala penari wanita sebagai tanda memberi berkat, sementara penari wanita menaruh tangannya secara terbuka sebagai tanda menerima berkat.
Tor-Tor Sitiotie atau Tari Kemurnian. Para penari kembali di tempatnya masing-masing dengan sikap hormat, seakan tengah menyembah dan menantikan sesuatu.
Gondang Hasatan (Gondang Pencapai Tujuan). Para penari menarik ulosnya yang tersandang lalu mengangkat tangan sambil berteriak, HORAS!
Baca juga: 4 Fungsi Tari Saman Beserta Sejarah dan Maknanya
Dahulu, fungsi Tari Tor Tor sebagai upacara adat ketika orang tua atau keluarganya meninggal dunia. Kini, Tari Tor Tor biasanya hanya digunakan untuk menyambut tamu dari mancanegara.(DK)
