Konten dari Pengguna

Gambus: Musik Tradisional yang Sering Digunakan sebagai Media Dakwah di Riau

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Musik Tradisional yang Liriknya Bernapaskan Islam dan Sering Digunakan Juga Sebagai Media Dakwah di Daerah Riau disebut. Sumber: Unsplash/Tormius
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Musik Tradisional yang Liriknya Bernapaskan Islam dan Sering Digunakan Juga Sebagai Media Dakwah di Daerah Riau disebut. Sumber: Unsplash/Tormius

Musik tradisional yang liriknya bernapaskan Islam dan sering digunakan juga sebagai media dakwah di daerah Riau disebut gambus. Gambus merupakan salah satu jenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik.

Musik dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Hal ini juga yang menyebabkan musik dijadikan sebagai media dakwah di beberapa daerah di Indonesia.

Musik Tradisional yang Liriknya Bernapaskan Islam dan Sering Digunakan Juga Sebagai Media Dakwah di Daerah Riau disebut Gambus

Ilustrasi untuk Musik Tradisional yang Liriknya Bernapaskan Islam dan Sering Digunakan Juga Sebagai Media Dakwah di Daerah Riau disebut. Sumber: Unsplash/Brett Jordan

Musik tradisional yang liriknya bernapaskan Islam dan sering digunakan juga sebagai media dakwah di daerah Riau disebut gambus. Mengutip dari Ensiklopedi Alat Musik Tradisional: Nusa Tenggara Timur hingga Sulawesi Tengah, Sugiarto, dkk (2021:10), gambus adalah alat musik petik yang memiliki senar berjumlah 3 hingga 12 buah.

Gambus merupakan salah satu alat musik tradisional dari Riau. Bentuk gambus menyerupai gitar. Suatu orkes yang menggunakan gambus sebagai alat musik utamanya disebut sebagai orkes gambus atau gambus saja.

Biasanya, alat musik ini dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu Melayu atau Timur Tengah. Meskipun menjadi musik tradisional Riau, alat musik gambus sebenarnya berasal dari Timur Tengah. Umumnya, alat musik ini dimainkan dengan diiringi gendang.

Gambus diperkirakan mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Sumatra. Masyarakat Melayu menerima dan mengadaptasi gambus sebagai salah satu alat musik mereka.

Hal ini bisa terlihat dari kesenian Melayu yang memiliki nuansa islami menggunakan gambus sebagai pengiringnya. Beberapa kesenian yang menggunakan gambus adalah Tari Jepin, Tari Hadrah, Tari Rebana, dan kasidah.

Perbedaan Bentuk Gambus dengan Gitar

Ilustrasi untuk Musik Tradisional yang Liriknya Bernapaskan Islam dan Sering Digunakan Juga Sebagai Media Dakwah di Daerah Riau disebut. Sumber: Unsplash/Marcin Nowak

Jika dilihat sekilas, gambus memiliki bentuk seperti gitar. Namun, bagian kepala gambus melengkung ke belakang. Selain itu, leher gambus lebih pendek dari gitar. Bagian badan gambus juga lebih bulat.

Keunikan gambus adalah alat musik ini memiliki jumlah senar yang berbeda-beda, mulai dari 3 senar hingga 12 senar. Cara memainkan gambus sama seperti cara memainkan alat musik berdawai lain, yaitu dengan dipetik. Bunyi yang dihasilkan oleh gambus akan berbeda-beda, tergantung dari jumlah senarnya.

Baca juga: Gerakan dan Properti Tari Serampang Dua Belas Indonesia

Jadi, musik tradisional yang liriknya bernapaskan Islam dan sering digunakan juga sebagai media dakwah di daerah Riau disebut gambus. Semoga bisa menambah wawasan dalam bidang musik. (KRIS)