Gerakan-Gerakan Dirigen dan Tekniknya yang Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dirigen adalah seseorang yang memimpin grup musik seperti paduan suara, orkestra, ansambel, dan lainnya. Bagi yang ingin menjadi seorang ahli, maka perlu mempelajari terlebih dahulu gerakan-gerakan dirigen dan tekniknya yang benar.
Dirigen perlu mengetahui hal-hal itu karena bertanggungjawab untuk mengarahkan dan mengkoordinasi para musisi saat pertunjukan. Selain itu dirigen juga memberikan panduan kepada para penyanyinya mengenai tempo, dinamika, dan lain sebagainya.
Gerakan-Gerakan Dirigen dan Tekniknya di Paduan Suara
Dikutip dari buku Panduan Praktis Memimpin Kelompok Paduan Suara karya Subronto K. Atmojdo (2008), penguasaan gerakan dan teknik akan memungkinkan dirigen membawakan karya musik yang luar biasa.
Berikut adalah gerakan-gerakan dirigen dan tekniknya yang benar sebagai referensi.
1. Gerakan Dirigen
Gerakan Awal
Gerakan awal diperlukan saat mulai memberi aba-aba. Sebaiknya dipelajari setelah menguasai pola-pola dasar dan dapat melakukannya tanpa ketegangan. Gerakan awal harus dipelajari dan dipakai, jangan lagi menghitung “satu-dua-tiga” untuk memulai nyanyian.
Gerakan Berhenti
Gerakan ini penting karena biasanya penyanyi atau dirigen kehilangan konsentrasinya menjelang akhir lagu. Aba-aba harus selalu diberikan sampai lagu berakhir, bahkan hingga beberapa saat setelah lagu berhenti.
Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah juga penting karena bisa mengkomunikasikan nuansa musik. Senyum, frasa wajah, atau mata yang tajam mampu memberikan petunjuk pada musisi.
Gerakan Tubuh Keseluruhan
Seorang dirigen juga menggunakan gerakan tubuh keseluruhan untuk menunjukkan bagaimana musik akan dimainkan.
2. Teknik Dirigen
Penampilan seorang dirigen dalam memimpin paduan suara atau kelompok ansambel harus jelas, tegas, dan dapat dilihat oleh semua anggota kelompok.
Sikap Tangan pada Posisi Siap
Sikap tangan seperti sedang memegang bola yang garis tengahnya selebar badan. Kedua telapak tangan menghadap ke bawah dengan jari-jari yang relaks.
Gerakan Awal
Selalu arahkan pandangan mata ke bagian penyanyi yang akan mulai bernyanyi, jangan melihat pada teks. Tetap pandang mereka sampai proses “masuk” ini diselesaikan.
Gerakan Berhenti
Pada saat “stop” ini semua suara harus berhenti, penyanyi mungkin masih harus mengucapkan konsunan penutupnya.
Tangan Kiri
Tangan kiri berfungsi untuk menolong tangan kanan, bila tangan kanan tidak lagi bisa memberikan pengarahan yang diinginkan.
Baca Juga: Menyanyikan Lagu Modern secara Unisono menurut Ilmu Seni Suara
Demikian uraian mengenai gerakan-gerakan dirigen dan tekniknya yang perlu diketahui. Jangan lupa juga bahwa seorang dirigen harus mempelajari cara menjadi pemimpin dan tegas. (Umi)
