Konten dari Pengguna

Golongan Orang Muslim yang Menganggap Hukum Puasa Ramadhan Tidak Wajib

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Orang Muslim yang Menganggap Puasa Ramadhan Tidak Wajib Hukumnya, maka termasuk Kafir   Sumber Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Orang Muslim yang Menganggap Puasa Ramadhan Tidak Wajib Hukumnya, maka termasuk Kafir Sumber Unsplash/Mufid Majnun

Puasa Ramadan adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim setiap tahunnya. Orang muslim yang menganggap puasa Ramadhan tidak wajib hukumnya, maka termasuk golongan non muslim.

Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam. Hukum puasa Ramadan adalab wajib 'ain, yaitu wajib dilakukan oleh setiap muslim, kecuali bagi mereka yang dibolehkan untuk tidak berpuasa.

Orang Muslim yang Menganggap Puasa Ramadhan Tidak Wajib Hukumnya, maka termasuk Kafir, Simak Ulasannya!

Ilustrasi Orang Muslim yang Menganggap Puasa Ramadhan Tidak Wajib Hukumnya, maka termasuk Kafir Sumber Unsplash/Masjid Pogung Raya

Kewajiban puasa telah diperintahkan Allah Swt. kepada umat-umat terdahulu. Diambil dari buku Risalah Puasa, Sultan Abdillah (2021:38), orang muslim yang menganggap puasa Ramadhan tidak wajib hukumnya, maka termasuk sebagai berikut.

Barangsiapa yang mengingkari kewajiban puasa Ramadan, maka ia termasuk golongan kafir. Kecuali jika ia baru masuk Islam, dan belum mengetahui kewajibannya, maka wajib diingatkan.

Jika ada seseorang yang berpuasa Ramadan, tetapi ia menganggap puasa Ramadan itu sunnah bukan wajib, maka ia pun masuk dalam kaum kafir. Hal ini karena ia telah mengingkari kewajiban puasa Ramadan.

Jika seorang muslim meninggalkan puasa Ramadan tanpa uzur, seperti karena malas atau karena meremehkan, meski ia mengakui kewajibannya, maka ia tidak kafir.

Namun ia telah melakukan dosa besar, dan wajib baginya untuk bertaubat, dan mengganti puasa yang ditinggalkannya. Sebab, ia telah meninggalkan rukun Islam yang merupakan pilar-pilar agama dan kewajiban yang agung.

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Ilustrasi Orang Muslim yang Menganggap Puasa Ramadhan Tidak Wajib Hukumnya, maka termasuk Kafir Sumber Unsplash/Mufid Majnun

Dikutip dari buku Fikih Puasa, Ali Musthafa Siregar (2021:27), berikut adalah 9 hal yang dapat membatalkan puasa.

  1. Murtad adalah memutuskan keislaman dengan keyakinan, perkataan atau perbuatan.

  2. Hukum kesurupan (kemasukan jin) sama dengan hukum gila, yaitu sama-sama membatalkan puasa.

  3. Perkara yang membatalkan puasa selanjutnya adalah jima'. Hukum jima' atau berhubungan badan dengan sengaja bagi orang berpuasa, adalah haram.

  4. Perkara yang membatalkan puasa adalah mengeluarkan air sperma dengan sengaja.

  5. Muntah dengan sengaja, walaupun sedikit, termasuk perkara yang membatalkan puasa.

  6. Masuknya benda dari lubang yang terbuka ke dalam rongga, contohnya usus pencernaan, kerongkongan, dan perut.

  7. Mabuk dan pingsan dengan disengaja dapat membatalkan puasa.

  8. Makan dan minum pada waktu berpuasa, yaitu mulai dari masuknya waktu Subuh sampai masuknya waktu Maghrib.

Baca juga: Hukum Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui

Hukum puasa Ramadan adalah wajib. Orang muslim yang menganggap puasa Ramadhan tidak wajib hukumnya, maka termasuk kafir.(DK)