Hadis Tentang Salat Istiska dan Tata Caranya di Agama Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, terdapat salat wajib dan sunnah. Contoh salat sunnah adalah istiska atau istisqa. Salah satu hadis tentang salat istiska diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.
Hadis salat istiska harus diketahui oleh seluruh umat Islam. Selain hadisnya, seorang Muslim juga harus memahami tata caranya yang tepat.
Pengertian dan Hadis tentang Salat Istiska
Sebagian orang mungkin masih asing dengan salat istiska atau istisqa. Dikutip dari buku Sudah Benarkah Salat Kita (Edisi Revisi), Gus Arifin (2017), salah istisqa disebabkan karena jarangnya turun hujan sehingga sulit mendapatkan air untuk minum, menyirami tanaman dan memberi minum binatang, dan lain-lain.
Salah istiska hukumnya adalah sunnah muakkadah atau dapat dikatakan sebagai sunnah yang sangat dianjurkan. Dahulu, Nabi Muhammad saw juga pernah melaksanakan salat istiska.hal itu sesuai dengan hadis tentang salat istiska yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.a sebagai berikut.
خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوماً يستسقي فصلى بنا ركعتين بلا أذان ولا إقامة ثم خطبنا ودعا الله عز وجل وحول وجهه نحو القبلة رافعاً يديه ثم قلب ردائه فجعل الأيمن الأيسر والأيسر الأيمن
Artinya: “Nabi Muhammad Saw keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rakaat bersama kita tanpa azan dan ikamah, kemudian beliau berdiri untuk khotbah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya.” (HR Imam Ahmad)
Tata Cara Salat Istiska di Agama Islam
Lantas, bagaimana tata cara salatnya? Salat istiska dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Berikut penjelasan singkatnya.
Imam dan makmum tanpa azan dan ikamah membaca niat salat istiska
Sesudah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua
Setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan satu surat pendek, kemudian rujuk dua sujud dan duduk di antara dua sujud
Rakaat kedua setelah sujud melakukan duduk tahiyat akhir dengan membaca bacaan tahuyat, tasyahud,dan salawat.
Setelah itu, salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri
Terakhir adalah imam menyampaikan khutbah. Khutbah salat istiska terdiri dai dua khutbah. Sebelum masuk ke khutbah pertama, khotib akan membaca istighfar sembilan kali dan sebelum khotbah kedua membaca istighfar tujuh kali. Kemudian perbanyak doa pada khotbah kedua.
Baca juga: Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya
Demikian hadis tentang salat istiska. Semoga penjelasan hadis dan tata cara tadi dapat menambah ilmu tentang agama Islam. (FAR)
