Konten dari Pengguna

Hadist Amal Jariyah: Pahalanya Mengalir Sampai Alam Kubur

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Hadist Amal Jariyah, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Hadist Amal Jariyah, sumber foto: https://www.pexels.com/

Amal jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya sampai alam kubur, sebab orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Amalan tersebut terus menghasilkan pahala yang terus mengalir kepadanya, tidak pernah terputus.

Terdapat hadits-hadits yang menjelaskan tentang amal jariyah. Di antaranya:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฑูŽ ุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ู…ูŽ : ุณูŽุจู’ุนูŒ ูŠูŽุฌู’ุฑููŠ ู„ูู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ู‚ูŽุจู’ุฑูู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽูˆู’ุชูู‡ู : ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‰ ู†ูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุญูŽููŽุฑูŽ ุจูุฆู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุบูŽุฑูŽุณูŽ ู†ูŽุฎู’ู„ุงู‹ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู†ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽุฑู‘ูŽุซูŽ ู…ูุตู’ุญูŽูู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏู‹ุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ู„ูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽูˆู’ุชูู‡ู

Dari Anas Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, โ€ Rasรปlullรขh Shaallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€˜Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal. Hadist ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astรขr, hlm. 149.

Hadist Amal Jariyah: Pahalanya Mengalir Sampai Alam Kubur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูู„ุง ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ุงุซูŽุฉู : ุฅูู„ุง ู…ูู†ู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุนูู„ู’ู…ู ูŠูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽู„ูŽุฏู ุตูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูŽู‡ู

โ€œJika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.โ€ (HR. Muslim, no. 1631)

Yang dimaksud dalam hadist adalah tiga amalan yang tidak terputus pahalanya:

  1. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

  2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syarโ€™I (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

  3. Anak yang sholeh; karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽู„ู’ุญูŽู‚ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽูˆู’ุชูู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‘ู…ูŽู‡ู ูˆูŽู†ูŽุดูŽุฑูŽู‡ู ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏู‹ุง ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู ูˆูŽู…ูุตู’ุญูŽูู‹ุง ูˆูŽุฑูŽู‘ุซูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู‹ุง ุจูŽู†ูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ู„ูุงุจู’ู†ู ุงู„ุณูŽู‘ุจููŠู„ู ุจูŽู†ูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽุฌู’ุฑูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู‹ ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ูููŠ ุตูุญูŽู‘ุชูู‡ู ูˆูŽุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูŠูŽู„ู’ุญูŽู‚ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽูˆู’ุชูู‡ู

โ€œSesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah:

  • Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.

  • Anak shalih yang ia tinggalkan.

  • Mushaf Al-Qurโ€™an yang ia wariskan.

  • Masjid yang ia bangun.

  • Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun

  • Sungai yang ia alirkan.

  • Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup.

Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.โ€ (HR. Ibnu Majah, no. 242; Al-Baihaqi dalam Syuโ€™ab Al-Iman. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Al-Mundziri. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dikutip dari buku Dialog dengan Kiai Sahal Mahfudh oleh M. A. Sahal Mahfudh (2003: 392) amal jariyah dapat didapatkan dari doa anak sholeh kepada orang tuanya.

Imam Suyuthi rahimahullah menyebutkan dalam bait syairnya:

ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุงูุจู’ู† ุขุฏูŽู… ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูŽุฌู’ุฑููŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ููุนูŽุงู„ ุบูŽูŠู’ุฑ ุนูŽุดู’ุฑ

ุนูู„ููˆู… ุจูŽุซูŽู‘ู‡ูŽุง ูˆูŽุฏูุนูŽุงุก ู†ูŽุฌู’ู„ ูˆูŽุบูŽุฑู’ุณ ุงู„ู†ูŽู‘ุฎู’ู„ ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุฏูŽู‚ูŽุงุช ุชูŽุฌู’ุฑููŠ

ูˆูุฑูŽุงุซูŽุฉ ู…ูุตู’ุญูŽู ูˆูŽุฑูุจูŽุงุท ุซูŽุบู’ุฑ ูˆูŽุญูŽูู’ุฑ ุงู„ู’ุจูุฆู’ุฑ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฌู’ุฑูŽุงุก ู†ูŽู‡ูŽุฑ

ูˆูŽุจูŽูŠู’ุช ู„ูู„ู’ุบูŽุฑููŠุจู ุจูŽู†ูŽุงู‡ู ูŠูŽุฃู’ูˆููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู†ูŽุงู‡ู ู…ูŽุญูŽู„ู‘ ุฐููƒู’ุฑ

ูˆูŽุชูŽุนู’ู„ููŠู… ู„ูู‚ูุฑู’ุขู†ู ูƒูŽุฑููŠู… ููŽุฎูุฐู’ู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ ุจูุญูŽุตู’ุฑู

โ€œJika manusia itu meninggal dunia, maka kebaikan dari perbuatan orang lain itu berhenti kecuali sepuluh perkara:

1. Ilmu yang ia sebarkan

2. Doa dari anak (keturunannya)

3. Menanam kurma

4. Sedekah jariyah

5. Mewariskan mushaf (Al-Qurโ€™an)

6. Menjaga di perbatasan

7. Menggali sumur atau mengalirkan sungai

8. Membangun rumah untuk orang asing (musafir)

9. Membangun majelis dzikir

10. Mengajarkan Al-Qurโ€™an Al-Karim.(MZM)