Konten dari Pengguna

Hadist Maulid Nabi Benar Ada atau Tidak? Ini Landasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hadist Maulid Nabi. Sumber: Unsplash/Juan Camilo Guarin P
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hadist Maulid Nabi. Sumber: Unsplash/Juan Camilo Guarin P

Maulid Nabi merupakan hari penting yang terdapat dalam kalender Masehi versi Indonesia. Beberapa masyarakat muslim kerap mengadakan acara pengajian atau lomba bernuansa Islam. Seiring dengan acara tersebut, ada pertanyaan seputar hadist Maulid Nabi.

Pertanyaan mengenai hadis kerap muncul karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah untuk memperjelas landasan melakukan kegiatan. Selain itu, pertanyaan tersebut juga dapat muncul untuk memperjelas kegiatan termasuk ajaran agama atau bukan.

Keberadaan Hadist Maulid Nabi

Ilustrasi Hadist Maulid Nabi. Sumber: Unsplash/Nick Fewings

Maulid Nabi merupakan momen ketika beberapa masyarakat muslim mengadakan acara untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Namun, beberapa muslim kerap mempertanyakan tentang keberadaan hadist Maulid Nabi.

Hadis merupakan segala hal yang bersandarkan kepada Nabi Muhammad saw. Segala hal itu termasuk perkataan, perbuatan, sifat, ketetapan, dan/atau segala hal yang bersandar kepada sahabat. Wallahu a’lam bishawab.

Hadis dalam ajaran Islam merupakan landasan untuk bertingkah laku setelah terlebih dahulu mengacu kepada Al-Qur’an (kitab suci dan pedoman hidup yang utama). Jika membahas tentang perayaan Maulid Nabi, jawabannya adalah tidak ada.

Dikutip dari buku Ahlussunnah Wal Jamaah, Syuhud (2022: 567), peringatan Maulid Nabi Muhammad tidak pernah dilakukan pada era Rasulullah. Syuhud (2022: 567) pun menerangkan bahwa peringatan tersebut tidak pernah dilakukan pada era sahabat.

Dalil yang Menjelaskan Keberadaan Nabi Muhammad Saw

Ilustrasi Hadist Maulid Nabi. Sumber: Unsplash/Hana El Zohiry

Hadis tentang perayaan spesifik untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw. memang tidak ada. Namun, Islam mengakui kelahiran nabi dan rasul terakhir yang menjadi panutan bagi umat muslim.

Salah satu ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang keberadaan Rasulullah saw. adalah Surah Al Anbiya ayat 107. Dikutip dari laman Qur’an Kemenag, quran.kemenag.go.id, Surah Al Anbiya ayat 107 berbunyi,

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Wa mā arsalnāka illā raḥmatal lil-‘ālamīn(a)

Arti ayat di atas: “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

Baca juga: 9 Ide Lomba Maulid Nabi yang Memacu Kreativitas dan Pengetahuan

Pembahasan tentang hadist Maulid Nabi merupakan hal yang kompleks dan membutuhkan bimbingan dari ahli agama Islam, baik guru ngaji, ustaz, maupun ustazah. Hal itu penting untuk memperoleh penjelasan lengkap serta terarah. (AA)