Hadits Puasa Rajab dan Dalilnya Menurut 4 Mazhab

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu amalan yang besar pahalanya dalam Islam adalah Puasa Rajab. Hadits puasa Rajab mengatakan bahwa Rasulullah SAW juga berpuasa di bulan Rajab. Sebenarnya seperti apa Puasa Rajab dan apa keistimewaannya?
Hadits Puasa Rajab
Menurut buku Rajab, Keutamaan dan Hukumnya (2020:8) karya Ahmad Zarkasih, Lc., Bulan Rajab adalah bulan ke-7 dalam hitungan kalender Hijriyah. Namun sebelum adanya pembentukan kalender Hijriah, bulan Rajab tidak dikenal sebagai bulan ke-7, melainkan bulan yang berada sebelum bulan Sya'ban dan sesudah bulan Jumadal-al-Tsaniyah.
Bulan Rajab termasuk empat bulan haram dimana umat Islam dianjurkan berpuasa sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim:
عن عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ
“Dari Utsman bin Hakim Al-Anshari bahwa ia berkata: Saya bertanya kepada sahabat Sa’id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas ra berkata: Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa”. (Shahih Muslim Hadits no. 1960)
Dalil Puasa Rajab Menurut 4 Mazhab
Meskipun banyak hadits yang menganjurkan puasa Rajab, namun dalam pandangan 4 mazhab ulama besar Islam terdapat sedikit perbedaan pandangan mengenai tingkat kesunahan puasa Rajab. Berikut dalil puasa Rajab menurut 4 Mazhab.
Mazhab Hanafi
لِأَنَّ صَوْمَ رَجَبَ كَانَ مَشْرُوعًا (المبسوط ابو بكر السرخسي- ج 4 / ص 72)
“Puasa Rajab adalah disyariatkan” (Abu Bakar as-Sarakhsi dalam al-Mabsut, 4/72)
Puasa Rajab dalam Mazhab Hanafi hukumnya disyariatkan. Oleh karena itu pengikut Mazhab Hanafi menjalankan puasa Rajab.
Mazhab Maliki
وَنُدِبَ صَوْمُ بَقِيَّةِ الْمُحَرَّمِ وَصَوْمُ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَنُدِبَ صَوْمُ يَوْمِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لِمَنْ أَرَادَ الِاقْتِصَارَ (حاشية الصاوي على الشرح الصغير – ج 3 / ص 251)
“Disunahkan puasa di bulan-bulan mulia, puasa bulan Rajab, Sya’ban dan puasa di pertengahan Sya’ban yang yang ingin meringkasnya” (Syaikh ash-Shawi dalam Syarah ash-Shaghir 3/251)
Menurut pengikut Mazhab Maliki, Puasa Rajab sendiri hukumnya sunnah seperti puasa di bulan-bulan yang dimuliakan.
Mazhab Syafi'i
قِيْلَ: وَمِنَ الْبِدَعِ صَوْمُ رَجَبَ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ بَلْ هُوَ سُنَّةٌ فَاضِلَةٌ، كَمَا بَيَّنْتُهُ فِي الْفَتَاوِي وَبَسَطْتُ الْكَلَامَ عَلَيْهِ (إعانة الطالبين - ج 1 / ص 313)
“Dikatakan bahwa puasa Rajab adalah bid’ah, maka itu tidak benar, bahkan suatu kesunahan yang utama sebagaimana saya terangkan dalam kitab al-Fatawi karya Ibnu Hajar al-Haitami” (Syaikh Abu Bakar ad-Dimyathi dalam Ianatut Thalibin 1/313)
Pengikut Mazhab Syafi'i juga melaksanakan puasa Rajab, karena bagi pengikut Mazhab Syafi'i, puasa Rajab adalah suatu kesunahan yang utama.
Mazhab Hambali
قَالَ فِي الْفُرُوعِ : لَمْ يَذْكُرْ أَكْثَرُ الْأَصْحَابِ اسْتِحْبَابَ صَوْمِ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ . وَاسْتَحْسَنَهُ ابْنُ أَبِي مُوسَى فِي الْإِرْشَادِ . قَالَ ابْنُ الْجَوْزِيِّ فِي كِتَابِ أَسْبَابِ الْهِدَايَةِ : يُسْتَحَبُّ صَوْمُ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ وَشَعْبَانَ كُلِّهِ ، وَهُوَ ظَاهِرُ مَا ذَكَرَهُ الْمَجْدُ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ (الإنصاف علي بن سليمان المرداوي - ج 5 / ص 500)
“Ibnu Muflih berkata dalam kitab al-Furu’: Kebanyakan ulama Hanbali tidak menyebutkan kesunahan puasa bulan Rajab dan Sya’ban. Sedangkan Syaikh Ibnu Abi Musa dalam kitabnya al-Irsyad menilainya sebagai sesuatu yang bagus. Ibnu al-Jauzi berkata dalam kitab Asbab al-Hidayah: Dianjurkan berpuasa di bulan-bulan mulia dan bulan Sya’ban keseluruhannya. Ini adalah pendapat yang disebutkan oleh al-Majdu tentang bulan-bulan mulia.” (Syaikh Ali bin Sulaiman al-Marwadi dalam al-Inshaf 5/500)
Dalam Mazhab Hambali, Rajab termasuk bulan yang mulia sehingga disunahkan bagi umat Islam untuk berpuasa di bulan Rajab karena bulan tersebut adalah bulan yang baik.
Oleh karena itu berdasarkan dalil 4 Mazhab ini, dapat disimpulkan puasa Rajab adalah puasa sunah yang dianjurkan dalam Islam. Meski demikian umat Islam harus sedikit berhati-hati karena banyaknya hadits lemah yang menjelaskan mengenai keutamaan Rajab. Semoga informasi mengenai hadits puasa di bulan Rajab ini bermanfaat bagi Anda semua. (AGI)
