Konten dari Pengguna

Hadits tentang Silaturahmi dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hadits tentang silaturahmi. Foto. dok. Khairil Fadli (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hadits tentang silaturahmi. Foto. dok. Khairil Fadli (Unsplash.com)

Silaturahmi menjadi hal penting yang perlu tetap dijalin bagi tiap umat Muslim. Anjuran menjalin silaturahmi ini dijelaskan dalam berbagai dalil baik Alquran maupun hadits. Untuk Anda yang ingin mengetahui bagaimana isi hadits tentang silaturahmi, mari kita simak pemaparan lengkap mengenai silaturahmi yang dikaji dalam hadits dan keutamaannya.

Hadits tentang Silaturahmi Lengkap dengan Latin dan Artinya yang Mudah Dipahami

Sesama umat manusia kita tentu perlu menjalani kehidupan dengan rukun dan tentram. Hal ini dapat diwujudkan jika kita tetap menjalin silaturahmi antar kerabat dengan baik. Selain dapat menjalin hubungan baik antar kerabat, silaturahmi juga mengandung keutamaan bagi umat Muslim. Apa saja keutamaan silaturahmi?

Ilustrasi hadits tentang silaturahmi. Foto. dok. Tenerum (Unsplash.com)

Keutamaan silaturahmi dijelaskan secara ringkas dalam buku berjudul Berburu Warisan Nabi Yusuf dan Nabi Sulaiman: Mengintip 10 Kunci Sukses Meraup Kekayaan Sejati ala Para Nabi yang disusun oleh Muhammad Gufron Hidayat, SE. I. (2015: 169).

Tertulis dalam buku tersebut bahwa selain melapangkan rezeki dan memperpanjang usia, silaturahmi juga salah satu tanda orang yang beriman kepada Allah. Silaturahmi adalah perwujudan dari keimanan seseorang. Lebih dari itu Allah menjanjikan orang yang silaturahmi dengan surga dan akan dijauhkan dari api neraka.

Selain memperoleh kelapangan rezeki, menyambung tali silaturahmi juga dapat mencegah diri kita dari dosa yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits tentang silaturahmi dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Artinya: “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211, shahih)

Ilustrasi hadits tentang silaturahmi. Foto. dok. towfiqu ahamed (Unsplash.com)

Tak hanya itu, kita juga dapat menjumpai beberapa hadits lainnya yang juga membahas tentang anjuran menjalin silaturahmi bagi umat Muslim. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Artinya: “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

Selanjutnya, anjuran menjalin silaturahmi juga tertuang dalam hadis dari Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Artinya: ”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)

Pemaparan lengkap mengenai isi hadits tentang silaturahmi lengkap dengan keutamaannya dapat Anda jadikan sebagai motivasi untuk tetap menjalin silaturahmi dengan kerabat dan sahabat yang mungkin kini sudah jarang bertegur sapa. Dengan begitu, Anda akan menjalin hubungan baik sesama manusia sekaligus meraih keutamaan silaturahmi. (DAP)