Hakekat atau Hakikat, Manakah Penulisan yang Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sudah disebutkan berbagai jenis kata dengan penulisan baku yang benar. Seperti yang Anda ketahui bahwa bahasa Indonesia terbagi ke dalam bahasa nasional dan juga bahasa resmi. Nah, bahasa nasional inilah yang menjadi standar utama di Indonesia. Dengan begitu, nantinya Anda dapat membedakan penulisan kata baku yang benar. Lalu, antara kata hakekat dan hakikat, manakah yang benar?
Manakah Penulisan Kata Hakekat atau Hakikat yang Benar Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia?
Penggunaan bahasa baku untuk keperluan formal menjadi hal yang sangat penting. Adapun pengertian bahasa baku adalah jenis bahasa yang cara pengucapan dan juga penulisannya harus sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Lantas, manakah kata penulisan yang benar antara hakekat atau hakikat?
Mengutip dari laman KBBI, kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia adalah hakikat. Sedangkan hakekat merupakan bentuk tidak baku dari kata hakikat. Terkait dengan pemahaman kata hakikat juga terbagi menjadi dua macam, yakni sebuah intisari maupun dasar serta sebuah bentuk kenyataan yang menyatakan hal sesungguhnya.
Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata hakikat dengan benar sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Hakikat Yang Maha Pengasih hadir secara langsung laksana sinar matahari yang menerangi bumi.
Anak muda itu jangan bisanya cuma mengkritik, harus ada solusi jadi akan ada timbal balik, itulah hakikat kemerdekaan karena tumpuannya ada di anak muda yang kreatif dan inovatif.
Jangan terlalu mengejar kemenangan, piala, trophy, nanti kita lupa hakikat pertandingan.
Jangan terlalu mengejar kehidupan, materi, nanti kita lupa hakikat hidup ini sendiri, dan lupa melaluinya penuh kesyukuran.
Hakikat cinta adalah rintihan panjang yang dikeluhkan oleh lautan perasaan kasih sayang. Ia adalah cucuran air mata kesedihan langit pikiran. Ia adalah senyuman ceria kebun-kebun bunga cinta.
Kehidupan spiritual adalah bagian dari hakikat manusia. Itu adalah karakteristik yang menentukan dari sifat manusia, tanpanya sifat manusia tidak sepenuhnya manusia.
Hakikat orang miskin bukanlah mereka yang tidak mempunyai harta dan kekayaan, melainkan mereka yang tidak mempunyai iman dan ilmu.
Demikian penjelasan singkat mengenai penulisan kata baku antara hakekat atau hakikat yang benar. (Anne)
