Konten dari Pengguna

Hal yang Membedakan Sistem Pertanian Ladang dengan Sawah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hal yang Membedakan Sistem Pertanian Ladang dengan Sawah, Foto Unsplash Fajruddin Mudzakkir
zoom-in-whitePerbesar
Hal yang Membedakan Sistem Pertanian Ladang dengan Sawah, Foto Unsplash Fajruddin Mudzakkir

Mungkin Anda sudah tidak awam bahwa Indonesia disebut sebagai negara agraris. Hal ini disebabkan mata pencaharian sebagian besar penduduk Indonesia adalah bekerja di bidang pertanian. Mata pencaharian inipun didukung oleh luasnya lahan pertanian yang terhampar dari Sabang sampai Merauke. Ada beragam contoh dari lahan pertanian yang ada di Indonesia, seperti ladang dan sawah. Meskipun mungkin terdengar sama di mata orang awam, namun sebenarnya ladang dan sawah adalah dua hal yang berbeda. Hal yang membedakan sistem pertanian ladang dengan sawah yaitu pengairan. Simak ulasannya lebih lanjut di bawah ini.

Perbedaan Sistem Pertanian Ladang dan Sawah

Mengutip laman resmi litbang.kalbarprov.go.id, ladang secara umum merupakan area lahan tertutup atau sebaliknya dan digunakan untuk tujuan pertanian seperti budidaya tanaman, penggunaan sebagai padang rumput atau umumnya, sebuah kandang ternak, lahan buatan yang tersisa sebagai tanah kosong atau tanah subur. Lalu, berdasarkan buku Konservasi Tanah dan Air oleh Sitanala Arsyad (29:2009), sawah adalah suatu bentuk usaha tani di atas lahan yang digenangi air dan ditanami dengan padi.

Hal yang Membedakan Sistem Pertanian Ladang dengan Sawah, Foto Unsplash Waldemar Brandt

Dari kedua definisi di atas dapat diketahui bahwa sawah ditanami oleh padi, namun ladang tidak ditanami pada dan memiliki cakupan yang lebih luas. Di samping itu, ladang dan sawah memiliki sistem petanian yang berbeda. Perbedaan sistem pertanian ladang dan sawah adalah:

  1. Ladang berisi lahan yang kering, sedangkan sawah berisi lahan yang basah.

  2. Akibat jenis lahannya yang berbeda, maka sistem pengairannya pun berbeda. Ladang akan diairi secara berkala, namun sawah diairi secara terus menerus.

  3. Sawah biasa ditanami dengan padi karena cocok dengan jenis lahannya yang basah. Namun, bila ladang ditanami, maka ia akan ditanami dengan tumbuhan lain seperti jagung, tebu, dan lain-lain karena cocok dengan jenis lahannya yang kering

  4. Sawah biasanya ditemukan di daerah yang landai, yakni di dataran rendah. Sedangkan ladang bisa ditemukan di daerah dengan topografi yang curam seperti di daerah pegunungan.

Itulah perbedaan sistem pertanian sawah dan ladang. Semoga Anda tidak salah lagi dalam membedakan sawah dan ladang, ya. (LOV)