Hari Lahir Pancasila: Sejarah dan Bunyi Pancasila

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapan hari lahir Pancasila diperingati? Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Tanggal 1 Juni 1945 ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.
Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang dibawakan oleh Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan. Dalam pidato tersebut untuk pertama kalinya konsep dan rumusan awal Pancasila dikemukakan. Berikut sejarah dan bunyi Pancasila.
Sejarah Hari Lahir Pancasila
Seperti yang ditulis di atas, pidato yang dibawakan oleh Soekarno tersebut awalnya tidak memiliki judul. Mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato yang dibawakan oleh Soekarno dengan “Lahirnya Pancasila”. Sejak tahun 2017, Hari Lahir Pancasila resmi diperingati tiap tanggal 1 juni dan menjadi hari libur nasional.
Dikutip dari Buku Ajar Pendidikan Pancasila oleh Gesmi dan Hendri (2018), Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama Pancasila sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yaitu, panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas.
Menurut Soekarno, Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia turun temurun yang sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan barat. Dengan demikian pancasila adalah falsafah bangsa Indonesia.
Menurut Mohammad Yamin, Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti sendi, asas, dasar, atau pengaturan tingkah laku yang penting dan baik. Jadi Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.
Bunyi Pancasila
Ketuhanan yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila memiliki lambang dan maknanya masing-masing. Berikut makna lambang Pancasila yang dikutip dari Pedoman Resmi UUD 1945 dan Perubahannya oleh Tim Wahy Media (2016):
Bintang. Bintang pada lambang sila pertama artinya menerangi dan memberi cahaya bagi bangsa dan negara.
Rantai. Rantai merupakan lambang dari sila kedua. Rantai pada sila kedua terdiri dari rantai bulat (melambangkan perempuan) dan rantai persegi (melambangkan laki-laki). Maknanya adalah rantai yang saling terkait melambangkan bahwa setiap rakyat baik perempuan dan laki-laki harus bersatu padu agar kuat.
Pohon beringin. Lambang sila ke tiga adalah pohon beringin. Pohon beringin adalah pohon yang besar, teduh, dan menyejukkan. Pohon ini juga memiliki akar yang kuat dan menjalar. Lambang ini memiliki arti keanekaragaman suku dan bangsa Indonesia yang harus bersatu.
Kepala banteng. Kepala banteng adalah lambang sila ke empat. Banteng adalah hewan yang suka berkumpul dan berkepala tangguh. Sehingga artinya kita harus bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan.
Padi dan kapas. Lambang sila ke lima adalah padi dan kapas. Padi dan kapas melambangkan kebutuhan dasar manusia. Jadi lambang ini bermakna memberikan kebutuhan dasar setiap bangsa Indonesia secara merata dan adil.
Sekarang kalian sudah tahu kapan Hari Lahir Pancasila diperingati juga sejarah dan bunyi Pancasila. Jadi, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Pancasila adalah ideologi dasar bangsa Indonesia dan memiliki makna yang mendalam. (KRIS)
