Konten dari Pengguna

Hasil yang Terbentuk saat Spermatogonium Mengalami Pembelahan Mitosis

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Saat Spermatogonium Mengalami Pembelahan Mitosis, maka akan Membentuk Spermatosit    Sumber Unsplash/Julien Tromeur
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Saat Spermatogonium Mengalami Pembelahan Mitosis, maka akan Membentuk Spermatosit Sumber Unsplash/Julien Tromeur

Spermatogonium merupakan sel tunggal yang menjadi bagian dari alat reproduksi pria. Saat spermatogonium mengalami pembelahan mitosis, maka akan membentuk spermatosit.

Spermatogenesis adalah pembentukan sel kelamin pria. Proses pembentukan tersebut melibatkan pembelahan sel secara mitosis.

Saat Spermatogonium Mengalami Pembelahan Mitosis, maka akan Membentuk Spermatosit, Pahami Penjelasannya!

Ilustrasi Saat Spermatogonium Mengalami Pembelahan Mitosis, maka akan Membentuk Spermatosit Sumber Unsplash/85GB Photo

Spermatogonium terdapat di dalam testis, yaitu tempat pembentukan sel sperma. Saat spermatogonium mengalami pembelahan mitosis, maka akan membentuk spermatosit primer.

Spermatosit primer (spermatosit I) akan berkembang menjadi sel-sel spermatosit sekunder (spermatosit II). Proses pembentukan ini terjadi melalui pembelahan meiosis, sehingga bersifat haploid.

Selanjutnya, spermatosit II akan membelah dan menghasilkan empat spermatid. Kemudian spermatid akan mengalami proses pematangan atau spermiogenesis untuk membentuk sperma matang.

Sperma terdiri atas bagian kepala, leher, dan ekor. Ekor inilah yang menyebabkan sperma dapat bergerak atau berenang di dalam rahim, dan membuahi sel telur.

Dikutip dari buku IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika), Djoko Arisworo (2017:20), proses spermatogenesis berlangsung kontinu. Dalam satu hari dihasilkan sekitar 300 juta sperma yang siap membuahi.

Dari 300 juta sperma yang dimasukkan ke rahim, hanya sekitar 300 ribu sperma yang sampai ke sel telur, dan hanya satu sperma yang dapat membuahi.

Mengenal Organ Reproduksi Pria

Ilustrasi Saat Spermatogonium Mengalami Pembelahan Mitosis, maka akan Membentuk Spermatosit. Sumber Unsplash/Reproductive Health Supplies Coalition

Berdasarkan buku Rangkuman Lengkap Biologi SMP/MTs, Tim Guru Indonesia (2016:298), sistem reproduksi pria terdiri atas organ-organ berikut ini.

  1. Testis, terdapat sepasang yang diindungi oleh kulit skrotum dan berfungsi untuk menghasilkan sel sperma dan hormon kelamin pria (testosteron)

  2. Epididimis, yaitu saluran terluar dari testis, sebagai tempat pematangan dan penyimpanan sementara sel-sel sperma.

  3. Vas deferens, yaitu saluran panjang lanjutan dari epididimis, yang berfungsi untuk pengangkutan sperma sebelum dikeluarkan menuju vesikula seminalis.

  4. Vesikula seminalis merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan semen bersifat nutritif bagi sperma.

  5. Kelenjar prostat, yaitu kelenjar yang menghasilkan getah untuk menjaga kehidupan sperma.

  6. Uretra, yaitu saluran pada penis yang berfungsi untuk pengeluaran sperma dan urine.

  7. Penis sebagai alat untuk memasukkan sel sperma ke saluran reproduksi wanita.

  8. Skrotum merupakan kantong yang di dalamnya terdapat testis, dan berfungsi sebagai pengatur suhu bagi sperma.

  9. Kelenjar cowpery sebagai penghasil lendir untuk melumasi saluran sperma ketika keluar dari tubuh.

Baca juga: Urutan Spermatogenesis dalam Kajian Biologi

Saat spermatogonium mengalami pembelahan mitosis, maka akan membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer akan mengalami meiosis yang menghasilkan spermatosit sekunder. (DK)