Konten dari Pengguna

Hubungan antara Intensitas Cahaya Matahari dengan Suhu Lingkungan Sekitar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hubungan antara Intensitas Cahaya Matahari dengan Suhu Lingkungan, sumber: unsplash/JakaSkrlep
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hubungan antara Intensitas Cahaya Matahari dengan Suhu Lingkungan, sumber: unsplash/JakaSkrlep

Hubungan antara intensitas cahaya matahari dengan suhu lingkungan berpengaruh besar terhadap keberlangsungan makhluk hidup. Tidak dipungkiri, makhluk hidup di Bumi memerlukan cahaya matahari untuk berbagai kebutuhan.

Salah satunya yaitu untuk menghangatkan suhu di permukaan Bumi. Dengan adanya suhu yang normal, maka tubuh bisa sehat dan manusia dapat beraktivitas dengan lancar.

Hubungan antara Intensitas Cahaya Matahari dengan Suhu Lingkungan

Ilustrasi Hubungan antara Intensitas Cahaya Matahari dengan Suhu Lingkungan, sumber: unsplash/SimonWilkes

Apa hubungan antara intensitas cahaya matahari dengan suhu lingkungan? Mengutip buku Pedoman Cerdas Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap (RPAL) oleh Tim Civitas Akademica (2016), suhu rata-rata permukaan Bumi sekitar 22°C. Namun, suhu tersebut tidak berlaku di daerah kutub yang terkenal memiliki suhu ekstrem.

Meskipun demikian, Bumi tetap menjadi planet yang paling cocok ditempati makhluk hidup. Penyebabnya adalah terdapat lapisan atmosfer yang terdiri atas oksigen, nitrogen, dan berbagai gas lainnya dengan jumlah yang tepat.

Intensitas cahaya matahari adalah besar kecilnya sudut datang sinar Matahari ke permukaan bumi. Cahaya Matahari menyalurkan panas yang bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan tumbuhan hingga memenuhi sumber energi. Semakin tinggi intensitas cahaya matahari, maka semakin tinggi suhu permukaan Bumi.

Faktor yang Memengaruhi Perubahan Suhu di Bumi

Perlu diketahui bahwa rata-rata suhu permukaan Bumi 57 derajat Fahrenheit. Jika tidak ada atmosfer, maka suhu permukaan Bumi bisa menyentuh angka 0 derajat Fahrenheit. Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang memengaruhi perubahan suhu permukaan Bumi, di antaranya sebagai berikut:

  • Jumlah radiasi yang diterima permusim, pertahun, perbulan, dan perhari.

  • Tipe tanah gelap yang memiliki indeks suhu lebih tinggi

  • Pengaruh daratan atau lautan

  • Pengaruh panas laten, yakni panas yang disimpan di dalam atmosfer

  • Faktor ketinggian tempat

  • Pengaruh angin secara tidak langsung, contohnya seperti angin yang membawa panas.

  • Pengaruh sudut datang sinar matahari, yang mana sinar yang tegak lurus akan menyebabkan suhu lebih panas dibanding yang datangnya miring.

  • Penutup tanah, contohnya seperti tanah yang ditutupi vegetasi yang bertemperatur lebih rendah dibanding tanah tanpa vegetasi.

Cara Manusia Menyesuaikan Suhu Lingkungan

Ilustrasi Hubungan antara Intensitas Cahaya Matahari dengan Suhu Lingkungan, sumber: unsplash/ErikWatsoe

Suhu tubuh manusia yang normal berkisar antara 37-38 derajat celcius. Jika berada di luar rentang suhu tersebut, maka tubuh dapat mengalami gangguan. Saat suhu lingkungan sedang tinggi, maka panas dari lingkungan tersebut juga akan menaikkan suhu tubuh.

Suhu tubuh yang tingginya melewati batas normal, maka akan menyebabkan otak memerintahkan pori-pori kulit dan pembuluh darah untuk melebar. Pelebaran tersebut menimbulkan penguapan air dari tubuh dalam wujud keringat. Alhasil, suhu tubuh bisa kembali normal.

Saat berada dalam lingkungan yang dingin, suhu tubuh perlu dinaikkan agar tetap dalam kondisi normal. Kondisi ini dapat membuat manusia ‘menggigil’ pada saat kedinginan. Oleh karena itu, otak akan memerintahkan otot untuk bergerak, sehingga tubuh bisa menghasilkan panas.

Baca juga: 4 Manfaat Sinar Matahari bagi Manusia dan Dampaknya untuk Kesehatan

Jadi, hubungan antara intensitas cahaya Matahari dengan suhu lingkungan adalah berguna untuk menghangatkan suhu tubuh manusia. Selain itu, adanya cahaya matahari juga digunakan untuk proses fotosintesis tumbuhan. (DLA)