Hubungan Ki Hajar Dewantara dan Konsep Sosiologi dalam Pendidikan Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan hubungan Ki Hajar Dewantara dan konsep sosiologi dalam pendidikan nasional Indonesia! Sebagian siswa kelas 10 belum berhasil menjawab soal Sosiologi ini dengan benar.
Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socious, yang artinya kawan atau lawan, dan logos yang artinya ilmu. Secara harfiah, Sosiologi artinya ilmu yang membicarakan tentang masyarakat.
Jelaskan Hubungan Ki Hajar Dewantara dan Konsep Sosiologi dalam Pendidikan Nasional Indonesia! Ini Penjelasannya
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur, proses, dan perubahan sosial. Berikut adalah jawaban untuk soal jelaskan hubungan Ki Hajar Dewantara dan konsep sosiologi dalam pendidikan nasional Indonesia yang disarikan dari buku Sosiologi Pendidikan, Syukurman (2020:13).
Deskripsi tentang sosiologi sudah lama dan berkembang di Indonesia namun bukan sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Sosiologi ditemukan dalam ajaran-ajaran Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.
Konsep-konsep sosiologi yang diajarkan Ki Hajar Dewantara tertuang dalam kalimat semboyan sebagai berikut.
"Ing ngar mangunkarsa sun tuladha", (yang berada di depan memberikan contoh yang baik).
"Ing madya mangunkarsa", (yang di tengah memberikan semangat).
"Tut wuri handayani", (dan yang di belakang memberikan kekuatan).
Cabang-Cabang Sosiologi
Sosiologi yang berkembang dalam masyarakat memiliki beberapa cabang yang disesuaikan dengan bidang keilmuannya. Berikut adalah beberapa cabang sosiologi yang dikutip dari buku Super Jitu Sosiologi, Rino Agustianto (2017:17).
Sosiologi pendidikan adalah cabang sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental.
Sosiologi pembangunan adalah cabang sosiologi yang mengkaji masyarakat dan segala pola aktivitasnya di alam pembangunan.
Sosiologi politik mempelajari tentang fenomena politik dengan mengaitkan variabel sosial dan variabel politik yang saling berkaitan.
Sosiologi pedesaan mempelajari masyarakat pedesaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya, sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Sosiologi perkotaan mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya, sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: Contoh Landasan Sosiologi Pendidikan dan Implementasinya
Jelaskan hubungan Ki Hajar Dewantara dan konsep sosiologi dalam pendidikan nasional Indonesia! Ki Hajar Dewantara menerjemahkan konsep sosiologi dalam pendidikan di Indonesia dengan istilah "Ing ngarso sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut Wuri Handayani".(DK)
