Konten dari Pengguna

Hukum Bacaan Mim dan Qolqolah serta Contohnya dalam Alquran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan hukum bacaan mim dan qolqolah. Sumber; pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Jelaskan hukum bacaan mim dan qolqolah. Sumber; pexels.com

Memahami hukum bacaan tajwid adalah hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Hal ini karena hukum bacaan tajwid tersebut akan berpengaruh terhadap kefasihan saat membaca Alquran. Sayangnya, siswa masih kerap kesulitan saat diminta jelaskan hukum bacaan mim dan qolqolah.

Padahal kedua hukum bacaan tersebut menjadi dua di antara hukum tajwid lain yang paling sering muncul dalam ayat Alquran. Oleh karena itulah, penting bagi setiap muslim untuk memahami hukum bacaan tajwid ini.

Hukum Bacaan Mim dan Qolqolah beserta Contohnya

Jelaskan hukum bacaan mim dan qolqolah. Sumber: pexels.com

Berikut ini adalah penjelasan tentang hukum bacaan mim dan qolqolah lengkap dengan contohnya dalam Alquran yang bisa disimak.

1. Hukum Bacaan Mim

Mengutip dari buku Dasar-Dasar Ilmu Tajwid, Marzuki dan Sun Choirol Ummah (2021:93), berikut adalah hukum bacaan mim.

a. Ikhfa Syafawi

Hukum bacaan ikhfa syafawi terjadi ketika mim sukun bertemu huruf ba’. Jika menemukan bacaan ini, maka harus dibaca dengan cara dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan. Contoh:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

Wa minan-nāsi may yaqụlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bimu`minīn (QS. Al Baqarah ayat 8)

b. Idzhar Syafawi

Idzhar syafawi merupakan hukum mim sukun yang terjadi jika mim sukun bertemu salah satu huruf hijaiyah selain huruf mim dan ba’. Jika menemukannya dalam ayat Alquran, maka cara membacanya adalah disuarakan dengan terang tanpa berdengung di bibir. Contoh:

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا

Artinya, “Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.” (QS. An-Naba ayat 30)

c. Idghom Mimi

Idghom mimi adalah hukum bacaan mim sukun bertemu dengan mim yang sejenis sehingga cara membacanya wajib didengungkan. Contoh:

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Artinya, "Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan." (QS. Quraisy ayat 4)

2. Hukum Bacaan Qolqolah

a. Qolqolah Sugra

Hukum bacaan ini berlaku apabila huruf qolqolah bertemu huruf ba’, jim, dal, ta, dan qaf di tengah ayat dengan cara membacanya dipantulkan dan tidak terlalu kuat. Contoh:

رَزَقْنَٰهُمْ

Razaqnāhum (QS Al Baqarah ayat 3)

b. Qolqolah Kubra

Qolqolah kubra adalah cara baca tajwid dengan pantulan kuat dan berada di akhir ayat. Contoh:

وَٱلْيَوْمِ ٱلْمَوْعُودِ

Wal-yaumil-mau'ụd (QS Al Buruj ayat 2)

Baca Juga: Macam-Macam Tajwid Mad dan Contohnya

Demikian penjelasan tentang hukum bacaan mim dan qolqolah dalam Alquran yang penting untuk diketahui setiap muslim. (Anne)