Konten dari Pengguna

Hukum Bermaaf-maafan saat Idul Adha dalam Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah saat Idul Adha Harus Bermaaf-maafan. Sumber Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah saat Idul Adha Harus Bermaaf-maafan. Sumber Unsplash/Mufid Majnun

Apakah saat Idul Adha harus bermaaf-maafan? Sebagian umat muslim belum mengetahui hukumnya dalam Islam.

Kegiatan bermaaf-maafan identik dengan perayaan Idulfitri. Makna Idulfitri yang kembali suci (fitrah) dari dosa, berbeda dengan peringatan Iduladha yang bermakna pengorbanan.

Apakah saat Idul Adha Harus Bermaaf-maafan? Ini Hukumnya

Ilustrasi Apakah saat Idul Adha Harus Bermaaf-maafan. Sumber Unsplash/Fauzan

Saling memaafkan merupakan sikap dan perilaku terpuji dalam Islam. Jawaban untuk pertanyaan apakah saat Idul Adha harus bermaaf-maafan, hukumnya adalah tidak harus.

Hal ini karena umat muslim diwajibkan untuk saling memaafkan kapan saja, tidak perlu menunggu momen datangnya Hari Raya, baik Idulfitri maupun Iduladha.

Sudah menjadi tradisi di Indonesia bahwa pada perayaan hari besar, seperti Iduladha dan Idulfitri, untuk saling minta maaf, menghilangkan dendam, amarah, dan segala hal yang mengakibatkan sakitnya hati.

Bersalaman juga mulai menjadi kebiasaan siapapun bila bertemu dengan tetangga, sahabat, teman lama, atau bahkan mungkin saudara, untuk saling berjabat tangan.

Selesai salat Iduladha pun ditutup dengan saling bersalam-salaman sebagai tanda saling maaf-memaafkan. Dalam perjalanan pulang berjalan kaki pun, akan dilaksanakan kegiatan saling memaafkan kepada siapapun yang ditemui.

Sepulangnya ke rumah juga dilanjutkan dengan acara saling bersalam-salaman, juga sebagai tanda bermaaf-maafan dan bersilaturahmi.

8 Amalan Sunah saat Iduladha bagi Umat Muslim

Ilustrasi Apakah saat Idul Adha Harus Bermaaf-maafan. Sumber Unsplash/Zaenal Abidin

Hal-hal sunah yang dikerjakan pada Hari Raya Iduladha adalah sebagai berikut.

  1. Mandi, menggosok gigi, dan berpakaian yang paling bagus.

  2. Memakai wangi-wangian terbaik, namun tidak berlebihan.

  3. Tidak makan sebelum mengerjakan salat Iduladha.

  4. Mengumandangkan takbir dari tanggal 9 Zulhijah malam, hingga tanggal 13 Zulhijah.

  5. Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang salat dengan berjalan kaki. Hal ini bertujuan untuk memperluas kesempatan bersilaturahmi.

  6. Memperbanyak takbir, mengagungkan asma Allah Swt. sebagai rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan.

  7. Mengucapkan selamat hari raya pada kerabat karib dan teman- teman.

  8. Mengunjungi saudara untuk silaturahim dan saling memaafkan, agar seluruh dosa juga akan diampuni oleh Allah Swt.

Baca juga: Memahami Hukum Potong Rambut sebelum Idul Adha

Apakah saat Idul Adha harus bermaaf-maafan? Tidak ada keharusan dalam Islam, karena sejatinya memaafkan dapat dilakukan setiap saat. (DK)