Hukum Lupa Baca Niat Puasa Ganti yang Wajib Diketahui Terutama yang Punya Utang

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibadah puasa Ramadan merupakan ibadah yang hukumnya wajib, sehingga ketika ada yang tidak bisa berpuasa harus mengganti di hari lainnya. Akan tetapi terkadang ketika puasa qadha lupa membaca niat. Sehingga harus mengetahui hukum baca niat puasa ganti.
Agar bisa mengetahui hukumnya maka harus melihat atau merujuk pada beberapa hadis mengenai cara melaksanakan puasa ganti atau puasa qadha. Selain itu, juga harus mempertimbangkan pendapat ulama.
Hukum Lupa Baca Niat Puasa Ganti
Dikutip dari laman Kementerian Agama RI https://kemenag.go.id, hukum mengganti puasa Ramadan adalah wajib. Hal ini sudah dijelaskan secara gamblang dalam Al-Quran terutama dalam surat Al Baqarah ayat 184.
(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Baqarah: 284)
Lalu bagaimana hukum lupa niat puasa ganti ketika memiliki hutang puasa dan ingin menggantinya? Apakah karena tidak niat puasa menjadi tidak sah? Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Dalam menjalankan ibadah puasa, niat merupakan salah satu rukun yang penting dan tidak boleh ditinggalkan. Niat puasa harus dilakukan sebelum fajar menyingsing pada hari dimana seseorang akan menjalankan puasa. Hal tersebut seperti dijelaskan dalam hadis berikut ini.
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Akan tetapi secara umum, ulama berpendapat bahwa puasa tetap sah meskipun seseorang lupa membaca niat asalkan dia memiliki niat di hatinya untuk berpuasa pada hari tersebut.
Ini berdasarkan prinsip bahwa niat terletak di dalam hati dan tidak harus diucapkan dengan lisan. Namun, ada baiknya jika niat diucapkan agar lebih menguatkan tekad dalam berpuasa.
Bagi mereka yang memiliki utang puasa, hukumnya sama. Jika lupa membaca niat puasa ganti tetapi memiliki niat di hati untuk melaksanakan puasa ganti pada hari itu, maka puasanya tetap sah.
Yang terpenting adalah tidak ada hal lain yang membatalkan puasa seperti makan, minum, atau hal-hal lain yang diharamkan selama berpuasa.
Baca juga: Hukum Lupa Niat Puasa Ramadhan dalam Islam
Kesimpulannya, hukum lupa baca niat puasa ganti tidak menggugurkan kewajiban asalkan ada niat di dalam hati untuk menjalankannya. Namun, alangkah baiknya jika niat tersebut juga diucapkan secara lisan untuk memperkuat tekad dan kejelasan ibadah yang dilakukan. (WWN)
