Konten dari Pengguna

Hukum Melaksanakan Shalat Idul Fitri dan Tata Cara Pelaksanaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah sunnah muakad. Foto: Pexels/Kafeel Ahmed
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah sunnah muakad. Foto: Pexels/Kafeel Ahmed

Setelah menunaikan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, umat Islam akan menunaikan ibadah yang bernama salat id di hari raya Idulfitri. Perlu diketahui, hukum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah sunnah muakad atau sangat dianjurkan.

Maka dari itu, semuanya dianjurkan untuk melaksanakan ibadah pada 1 Syawal ini. Selain itu, perlu juga mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah salat Idulfitri yang agar tidak bingung dalam melaksanakannya.

Hukum Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Ilustrasi hukum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah sunnah muakad. Foto: Pexels/Didno Didno

Salat Idulfitri berasal dari kata id dan al-fitri. Id berasal dari kata aada-ya’uudu yang artinya kembali. Hal ini dikarenakan, pada hari raya id terjadi secara berulang-ulang.

Selain itu, id berasal dari turunan kata al-Adah yang artinya kebebasan. Pasalnya, masyarakat menjadikan kegiatan ini menyatu dengan adat istiadat.

Di sisi lain, al fitri dari kata afthara-yufthiru yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa. Disebut Idulfitri karena hari tersebut dimeriahkan bersama-sama dengan keadaan umat Islam tidak lagi menunaikan puasa Ramadan.

Adapun dikutip dari laman islam.nu.or.id, hukum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah sunnah muakad atau sangat dianjurkan dan dilakukan secara berjemaah. Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazzi dalam kitabnya Fathul Qarib menjelaskan:

Shalat dua hari raya (Idulfitri dan Iduladha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun diperjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang tidak modis.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Ilustrasi tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri. Foto: Pexels/beytlik

Salat Idulfitri dilaksanakan secara berjamaah yang dijalankan sebanyak dua rakaat. Pada salat Idulfitri sendiri dilaksanakan takbir sebanyak tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua. Adapun tata cara salat Idulfitri secara lengkap yakni:

  1. Niat Shalat Idul Fitri

    أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

    Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak'ataini (ma'muman/imaman) lillahi ta'ala

    Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

  2. Takbiratul Ihram

  3. Membaca Doa Iftitah

  4. Membaca Takbir 7 Kali

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

    Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar

    Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."

  5. Membaca Surat Al-Fatihah

  6. Membaca Surat Al-A’la

  7. Rukuk

  8. I'tidal

  9. Sujud

  10. Duduk di antara dua sujud

  11. Sujud kedua

  12. Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua

  13. Membaca Takbir 5 Kali

  14. Membaca Surat Al-Ghasiyah

  15. Rukuk

  16. I'tidal

  17. Sujud

  18. Duduk di antara dua sujud

  19. Sujud kedua

  20. Membaca Tahiyat

  21. Salam

Setelah melaksanakan salat Idulfitri, tidak disarankan untuk segera pulang. Akan tetapi perlu mendengarkan khutbah Idulfitri sampai selesai. Setelah itu bersalam-salaman untuk maaf-maafan.

Baca Juga: 5 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW

Demikianlah penjelasan singkat dari hukum melaksanakan shalat Idul Fitri beserta tata caranya. Semoga informasi di atas dapat memb antu untuk melaksanakan ibadah tersebut setelah menunaikan puasa Ramadan.(MZM)