Konten dari Pengguna

Hukum Melakukan Tadarus Alquran di Bulan Ramadhan bagi Umat Muslim

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum melakukan tadarus Alquran. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Hukum melakukan tadarus Alquran. Sumber: unsplash.com

Tadarus Alquran adalah ibadah sunnah yang biasa dikerjakan oleh umat muslim selama bulan Ramadhan. Biasanya tadarus Alquran dilakukan setelah sholat tarawih ataupun setelah sholat subuh. Meski sebagian umat muslim sudah terbiasa melakukan tadarus Alquran. Namun, nyatanya belum banyak umat muslim yang mengetahui hukum melakukan tadarus di bulan Ramadhan. Nah, untuk lebih jelasnya, Anda bisa simak artikel di bawah ini.

Hukum Melakukan Tadarus Alquran di Bulan Ramadhan

Hukum melakukan tadarus Alquran. Sumber: unsplash.com

Berkaitan dengan hukum melakukan tadarus Alquran di bulan Ramadhan bagi umat muslim, Anda perlu memahami maknanya terlebih dahulu. Berikut adalah penjelasan selengkapnya dikutip dari buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV karya Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib (2021:53).

1. Tadarus dengan Makna Belajar Membaca Alquran

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam HR. Muslim yang berbunyi sebagai berikut.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya, “Tidaklah beberapa orang berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitabullah (Al Qur’an) dan saling mengajarkan satu dan lainnya di sana, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan hati), mereka akan diliputi rahmat Allah, akan dikeliling oleh para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.”

2. Tadarus dengan Makna Membaca Alquran Secara Bergantian dan Bersambungan

Syaikh Bakr Abu Zaid dalam Bida’ul Qurra’ Al Qadimah wal Mu’ashirah halaman 16 mengatakan:

القراءة الإدارة وهي تناوب المجتمعين في قراءة أية أو أيات أو سورة أو سور إلى أن يتكاملوا بالقراءة. و لا تعني هذا المشروع في مدارسة القرأن. و الإدارة بدعة قديمة أنكرها الأئمة: مالك و غيره وصدر بإنكارها فتوى وألفت رسائل

Artinya, “Membaca dengan model al idarah adalah cara membaca dengan saling bergantian dan bersambungan di antara orang-orang yang berkumpul, dalam membaca ayat per ayat, atau masing-masing beberapa ayat, atau surat per surat, atau masing-masing beberapa surat. Hingga akhirnya mereka menyempurnakan target bacaan mereka. Dan mereka tidak memaksudkan untuk mempelajari Al-Qur’an (namun sekedar membaca saja, pen.). Dan praktek al idarah ini adalah bid’ah yang sudah ada sejak dahulu. Diingkari oleh para imam seperti Imam Malik dan yang lainnya. Telah ditulis beberapa fatwa dan buku untuk mengingkarinya.”

Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda. (Anne)