Konten dari Pengguna

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan saat Puasa dalam Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum mencukur bulu kemaluan saat puasa. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Hukum mencukur bulu kemaluan saat puasa. Sumber: pexels.com

Puasa Ramadan menjadi ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang sudah baligh dan memenuhi syarat puasa. Tentu saja terdapat sejumlah ketentuan dalam menjalani puasa yang wajib diketahui setiap muslim. Lalu, bagaimana dengan hukum mencukur bulu kemaluan saat puasa?

Pertanyaan tersebut sering kali muncul di benak umat muslim. Pasalnya, hal ini memang jarang dibahas di kalangan masyarakat Indonesia karena dianggap tabu. Alhasil, ada sebagian muslim yang tidak tahu mengenai hukum mencukur bulu kemaluan ketika berpuasa.

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan saat Puasa

Hukum mencukur bulu kemaluan saat puasa. Sumber; Pexels.com

Mengutip dari buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab, Thariq Muhammad Suwaidan (2013), puasa adalah menahan diri dari syahwat dan meninggalkan hal-hal (buruk) yang terbiasa dilakukan.

Adapun hukum mencukur bulu kemaluan saat puasa dalam agama Islam adalah diperboleh karena tidak ada dalil yang menjelaskan mengenai larangan melakukan hal tersebut. Apalagi menjaga kebersihan merupakan salah satu perkara yang disukai oleh Allah Swt.

Pada dasarnya, mencukur bulu kemaluan tidak ada hubungannya dengan puasa. Oleh karena itulah, hukumnya diperbolehkan dan boleh-boleh saja dilakukan ketika sedang puasa.

Bukan hanya itu saja, mencukur bulu kemaluan juga merupakan sunnah tradisi dalam Islam yang bisa dipraktikkan oleh setiap muslim. Hal ini sesuai dengan HR. Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah SA, di mana Nabi Muhammad saw. bersabda sebagai berikut.

“Lima hal termasuk (sunnah) fitrah, yaitu mencukur rambut kemaluan, khitan, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.”

Bahkan dalam HR Abu Dawud dan Ahmad, disebutkan bahwa mencukur bulu kemaluan dianjurkan tidak lebih dari 40 hari. Berikut adalah bunyi hadisnya.

"(Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) memberi tempo kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menggunting bulu kemaluan agar tidak dibiarkan begitu saja lebih dari empat puluh malam."

Baca Juga: Dzikir Menjelang Berbuka Puasa Lengkap dengan Artinya

Berdasarkan ulasan singkat di atas, tentunya sudah bisa disimpulkan bahwa hukum mencukur bulu kemaluan saat puasa dalam agama Islam adalah diperbolehkan dan bahkan termasuk sunnah yang dianjurkan. (Anne)