Konten dari Pengguna

Hukum Menelan Ludah saat Puasa Ramadan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum menelan ludah saat puasa. Sumber: positive moslem attitude/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum menelan ludah saat puasa. Sumber: positive moslem attitude/unsplash

Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, serta menghindari hal lain yang dapat membatalkan yang dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lantas, bagaimana tentang hukum menelan ludah saat puasa Ramadan?

Menelan ludah adalah hal yang terkadang tidak disengaja. Umat Islam perlu mengetahui bahwa ada hukum yang menjelaskan tentang menelan ludah saat melakukan ibadah puasa.

Bagaimana Hukum Menelan Ludah saat Puasa?

Ilustrasi hukum menelan ludah saat puasa. Sumber: positive moslem attitude/unsplash

Puasa adalah menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, salah satunya adalah memasukkan benda ke dalam organ bagian dalam (jauf). Secara hukum, digambarkan dengan menelan makanan atau minuman ke dalam perut melalui mulut.

Lantas, bagaimana hukum menelan ludah saat puasa? Mengutip buku Kumpulan Artikel Sya'ban dan Ramadhan, Ammi Nur Baits, S.T., B.A. (2015), menelan ludah tidak membatalkan puasa, meskipun banyak atau sering dilakukan ketika di masjid dan tempat-tempat lainnya.

Imam an-Nawawi juga menjelaskan bahwa, "Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab, susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali."

Artinya, menelan ludah saat puasa Ramadan tidak membatalkan puasa baik karena disengaja ataupun tidak. Namun, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Ketentuan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Air ludah yang tertelan tidak tercampur dengan zat lain. Misalnya, orang yang menderita luka di gigi atau mulut sehingga air liurnya tercampur darah. Jika campuran ini sampai tertelan, maka dapat membatalkan puasa.

  2. Air ludah yang tertelan belum keluar dari bagian bibir bagian terluar atau batasan bagian yang di ma'fu atau bagian yang masih ditoleransi.

  3. Air ludah yang ditelan dalam ukuran normal. Ada beberapa kasus orang yang sengaja menampung air ludah di mulut sampai banyak baru kemudian ditelan. Ada dua pendapat tentang hal ini. Namun, memang pendapat paling sahih menyatakan tetap tidak membatalkan puasa. Walaupun begitu, sebaiknya tetap hindari melakukan hal ini.

Baca Juga: Hukum Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui

Itulah uraian tentang hukum menelan ludah saat puasa Ramadan. Semoga informasi ini bermanfaat dan mampu menambah keyakinan saat beribadah puasa Ramadan. (ARD)