Hukum Pelaksanaan Sholat Ba'diyah Subuh dan Bacaan Niatnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat ba’diyah merupakan salah satu jenis sholat rawatib, yakni sholat yang waktu pengerjaannya terikat dengan pelaksanaan sholat fardhu. Adapun arti dari sholat ba’diyah tersebut ialah sholat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah umat muslim melaksanakan sholat fardhu. Dalam syariat islam, sholat ba’diyah tersebut sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim berdasarkan waktu-waktu sholat tertentu. Oleh karena itu, pada artikel ini kita akan mengulas bagaimana hukum pelaksanaan sholat ba’diyah subuh.
Mengutip dari buku Kumpulan Risalah Bimbingan Sholat Lengkap, Muhajir dan Abdul Gani Asykur (1989:71), sholat rawatib yang hukumnya sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim sebagai pengiring sholat subuh ialah sholat qobliyah subuh, atau sholat dua rakaat sebelum melaksanakan sholat subuh. Lalu bagaimana dengan hukum pelaksanaan sholat ba’diyah subuh? Sebenarnya mengerjakan sholat ba’diyah subuh tidaklah disyariatkan dalam ajaran islam. Oleh karena itu, umat muslim tidak dianjurkan untuk melaksanakan sholat ba’diyah subuh.
Baca juga: Tata Cara Sholat Qobliyah Dzuhur
Sholat Ba’diyah Subuh Tidak Disyariatkan, Lakukan Ibadah Ini Sebagai Gantinya
Mengingat pelaksanaan sholat ba’diyah subuh tidaklah disyariatkan dalam islam, maka apabila umat muslim ingin menyempurnakan pahala ibadahnya, ia tentu bisa mengerjakan sholat qobliyah subuh, serta mengerjakan sholat sunnah fajar.
Dalam sebuah hadist, disebutkan bahwasanya melaksanakan sholat sunnah sebelum masuk subuh merupakan amalan yang derajatnya lebih baik daripada dunia dan seisinya. Oleh karena itu, umat muslim dapat mengerjakan sholat fajar dan sholat qobliyah (sebelum) subuh guna meraih keutamaannya tadi. Adapun niat sholat yang bisa diamalkan umat muslim untuk mengerjakan sholat sebelum sholat subuh tersebut ialah seperti berikut:
Sholat Dua Rakaat Fajar
أُصَلِّي سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالى
Ushalli sunnatal fajri rok’ataini ada’an lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat shalat sunnah fajar dua rakaat karena Allah Ta’ala”
Sholat Dua Rakaat Qobliyah Subuh
أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatash shubhi rak’ataini qabliyyatan lillaahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah ta’ala."
Setelah membaca ulasan singkat tadi, semoga umat muslim dapat mengetahui bahwa hukum pelaksanaan sholat ba’diyah subuh adalah tidak disyariatkan atau tidak dianjurkan. Sebaliknya, jika ingin melaksanakan sholat rawatib subuh, maka umat muslim dapat melaksanakan sholat qobliyah subuh, yakni sholat sunnah sebelum sholat subuh. Semoga informasi tadi dapat bermanfaat! (HAI)
