Konten dari Pengguna

Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil dalam Syariat Islam dan Kesehatan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum puasa bagi ibu hamil dalam agama Islam. Foto: unsplash.com/sickhews
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum puasa bagi ibu hamil dalam agama Islam. Foto: unsplash.com/sickhews

Bulan Ramadhan telah tiba. Seluruh umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Namun bagi keluarga yang sedang menantikan momongan bertanya-tanya tentang hukum puasa bagi ibu hamil dan apakah dapat menggangu kesehatannya dan si janin?

Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil dalam Syariat Islam

Puasa Ramadhan adalah satu dari lima pilar agama Islam. Setiap umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Namun agama Islam adalah adalah agama yang mudah dijalankan. Sehingga apabila seorang beragama Islam tidak memiliki halangan, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Lalu bagaimanakah dengan ibu hamil?

Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat dari musafir, juga puasa dari wanita hamil dan menyusui.” (HR. An Nasa’i no. 2274 dan Ahmad 5/29)

Artinya seorang ibu hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Meskipun demikian, seorang ibu hamil yang tidak berpuasa tetap diwajibkan untuk mengganti puasanya pada hari-hari lain setelah sekiranya mampu untuk menjalankan puasa.

Imam an-Nawawi dalam kitabnya yang berjudul Al Majmu menjelasakan,

“Wanita hamil dan menyusui ketika tidak berpuasa karena khawatir pada keadaan dirinya, maka keduanya boleh tidak puasa dan punya kewajiban qadha’. Tidak ada fidyah ketika itu seperti halnya orang yang sakit. Permasalahan ini tidak ada perselisihan di antara para ulama. Begitu pula jika khawatir pada kondisi anak saat berpuasa, bukan pada kondisi dirinya, maka boleh tidak puasa, namun tetap ada qadha’.”

Walaupun diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadhan saat hamil, namun dianjurkan untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan semampunya sesuai kondisi fisik sang ibu dan janin.

Ilustrasi ibu hamil dalam sisi kesehatan. Foto: unsplash.com/alice02

Puasa Seorang Ibu Hamil dari Kacamata Kesehatan

Dilansir dari laman www.healthline.com tentang Intermittent Fasting While Pregnant — or Trying to Get Pregnant, pada umumnya seorang ibu tidak dianjurkan berpuasa selama kehamilan. Hal ini dibuktikan pada sebuah penelitian oleh seorang wanita di Gambia yang mengalami perubahan besar pada kadar glukosa, insulin, dan trigliserida.

Meski demikian, seorang ibu hamil bisa melaksanakan puasa Ramadhan dengan pengawasan dokter. Sebab fisik seorang ibu berbeda-beda. Hal ini dibuktikan pada penelitian yang dilakukan baru-baru ini bahwa puasa Ramadhan tidak mempengaruhi berat badan janin. Selain itu, tidak ada hubungannya puasa Ramadhan dengan kelahiran anak yang prematur.

Tips Puasa Bagi Ibu Hamil

Bagi para ibu yang sekiranya mampu dan diperbolehkan dokter untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, terdapat beberapa tips agar tubuh dan janin tetap sehat, di antaranya:

  1. Pilih makanan saat sahur dan berbuka yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat, seperti biji gandum utuh, sayuran, dan lainya.

  2. Hindari mengankat beban berat atau berjalan terlalu jauh.

  3. Penuhi kebutuhan protein dengan cara memakan kacang-kacangan, telur, ikan, maupun daging.

  4. Banyak minum air putih, minimal 1,5 -2 liter pada saat berbuka dan sahur untuk menghindari resiko terkena dehidrasi.

  5. Pada trisemester akhir kehamilan, perlu ekstra hati-hati. Sebab seorang ibu hamil pada periode tersebut membutuhkan kalori ekstra sebesar 200 kalori tambahan.

Itulah penjelasan singkat tentang hukum puasa untuk ibu hamil dan dari sisi kesehatan. Tetap berkonsultasi dengan dokter saat menjalankan puasa dan segera batalkan puasa apabila merasa tidak enak badan. (MZM)