Konten dari Pengguna

Hukum Puasa Tapi Tidak Shalat. Apakah Puasanya Batal?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum puasa tapi tidak shalat. Foto: Unsplash/Christopher Jolly
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum puasa tapi tidak shalat. Foto: Unsplash/Christopher Jolly

Ramadhan adalah bulannya berpuasa, di mana setiap umat Islam diwajibkan untuk menahan hawa dan nafsu dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Meski sudah menjadi sebuah amalan wajib dalam agama Islam, namun terdapat banyak sekali pertanyaan tentang puasa Ramadhan. Salah satunya adalah hukum puasa tapi tidak shalat.

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, artikel berikut akan menjelaskan secara singkat tentang hukum dari permasalahan tersebut.

Hukum Puasa Tapi Tidak Shalat

Ilustrasi hukum puasa tapi tidak shalat. Foto: Pexels/Michael Burrows

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang termasuk ke dalam rukun Islam yang keempat. Sedangkan shalat adalah rukun Islam yang kedua. Sebagaimana yang terdapat dari sebuah hadits dari Ibnu Umar, ia berkata Rasulullah SAW bersabda,

“Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan”. (HR Bukhari no. 8 dan Muslim no. 19)

Kewajiban menunaikan puasa Ramadhan sendiri secara jelas berdasarkan firman Allah SWT,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Sedangkan kewajiban menunaikan shalat didasarkan dari sebuah ayat dalam Al-Quran,

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Lalu bagaimana hukum puasa tapi tidak shalat wajib?

Dikutip dari laman MUI Digital, hukum dari berpuasa tapi tidak shalat dibagi menjadi dua pendapat. Pendapat pertama adalah tidak sah puasanya, sebab ibadah diterima dengan syarat status Islam, shalat adalah penentu keislaman seseorang. Maka orang yang tidak puasa tidak bersyarat, dianggap tidak sah.

Hal di atas didasarkan dari sabda Nabi Muhammad SAW,

“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)

Hadits di atas menyatakan bahwa meninggalkan shalat secara sengaja merupakan suatu kekafiran. Sehingga, menjalankan puasa Ramadhan namun tidak shalat mengugurkan puasanya atau puasanya tidak sah. Sebab, salah satu syarat wajib dari puasa Ramadhan adalah tidak kafir.

Pendapat kedua adalah keterkaitan antara rukun puasa dan rukun shalat. Dengan demikian, puasanya sah, tapi tidak diterima pahalanya sebab shalat adalah kunci segala ibadah. Ia pun tentu berdosa karena meninggalkan shalat.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Sikat Gigi Saat Puasa di Pagi Hari Setelah Subuh?

Demikianlah penjelasan singkat tentang hukum puasa tapi tidak shalat di bulan Ramadhan. Meskipun begitu, akan lebih baik lagi untuk menunaikan keduanya secara berdampingan. Sebab, keduanya adalah sebuah identitas dari umat Islam.(MZM)